Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

UIN Sunan Kalijaga Anugerahkan Gelar Doktor Honoris Causa untuk Ketua Umum PBNU

Tim Okezone , Jurnalis-Senin, 13 Februari 2023 |11:56 WIB
UIN Sunan Kalijaga Anugerahkan Gelar Doktor Honoris Causa untuk Ketua Umum PBNU
Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf dianugerahi gelar doktor honoris causa oleh UIN Kalijaga/Istimewa
A
A
A

YOGYAKARTA - UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menganugerahkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf gelar doktor honoris causa, Senin (13/2/2023).

Penyerahan gelar doktor (HC) ini ditandai dengan penyerahan ijazah dari Rektor UIN Sunan Kalijaga Profesor Al Makin yang didampingi oleh Ketua Senat Siswanto Masruri dan disaksikan oleh Menteri Agama H Yaqut Cholil Qoumas.

Pria yang akrab disapa Gus Yahya ini menyampaikan pidato ilmiahnya yang menunjukkan kecemasan luar biasa mengenai bagaimana seharusnya Islam hadir dalam konteks realitas situasi kekinian.

Apalagi sebelumnya, dalam pemikirannya Islam malah di bawah tekanan dan serangan dari berbagai arah.

Kecemasan Gus Yahya juga muncul karena munculnya radikalisme dan terorisme. Ia mengaku beruntung bertemu dengan KH. Abdurrahman Wahid (Ketua Umum PBNU 1984-1999).

Sosok Gus Dur, sapaan akrabnya ini telah memberikan banyak inpirasi, pengetahuan, pengalaman, dan akses terhadapnya.

“Dia dalam banyak kesempatan kemudian membuka jalan saya tentang realitas,” ujarnya saat menyampaikan pidato ilmiah sebagai penerima gelar doktor kehormatan di Auditorium Profesor M Amin Abdullah UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Senin (13/2/2023).

Menurutnya, peperangan atau konflik antarkelompok tidak menghasilkan pemenang, melainkan semuanya kalah. Karenanya, belajar dari KH. Abdurrahman Wahid, Gus Yahya menegaskan, aktivitasnya berjuang untuk kemenangan kemanusiaan.

“Pelajaran saya dari Gus Dur, saya menyadari tidak ada jalan terbaik untuk menolong kondisi Islam daripada perjuangan untuk kemanusiaan,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang, Jawa Tengah itu.

Gus Yahya menegaskan, kemenangan kemanusiaan adalah kemenangan semua kelompok, tidak hanya Islam, tetapi juga Kristen, Hindu, Syiah, Sunni, dan sebagainya.

“Jika kemanusiaan menang, semua menang. Kemanusiaan menang, Islam memang. Kemanusiaan menang, Kristen menang. Kemanusiaan menang Hindu menang. Semua orang menang. Syiah menang. Sunni menang,” kata Gus Yahya.

Oleh karena itu, Gus Yahya menegaskan, aktivitasnya saat ini tidak lain untuk peradaban kemanusiaan.

“Memperebutkan kebaikan tidak ada kecuali untuk peradaban manusia,” ujar dia.

Ketua Tim Promotor Profesor H Machasin menyampaikan, Gus Yahya memiliki kontribusi yang tidak hanya bagi warga Nahdliyin saja, melainkan juga warga dari komunitas organisasi atau agama lainnya.

“Punya aktivitas agama tidak hanya bagi komunitasnya, tetapi juga bagi luar komintasnya,” katanya.

Penganugerahan gelar doktor kehormatan ini juga diberikan kepada dua tokoh lainnya, yakni Sudibyo Markus (Dewan Pakar Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah) dan Kardinal Miguel Angel Ayuso Guixot (Presiden Badan Kepausan untuk Dialog Lintas Agama Vatikan).

Anugerah gelar doktor ini dihadiri Mengko Polhukam Mahfud MD, Menpan RB Abdullah Azwar Anas, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PP Muhammadiyah Profesor Haedar Nashir, Sultan Hamengkubuwono X, sejumlah tokoh Katholik.

(Natalia Bulan)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement