Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Simak Perbedaan EYD, EBI dan PUEBI dalam Bahasa Indonesia

Rifqa Nisyardhana , Jurnalis-Jum'at, 11 November 2022 |10:11 WIB
Simak Perbedaan EYD, EBI dan PUEBI dalam Bahasa Indonesia
Ilustrasi/Freepik
A
A
A

JAKARTA - Untuk menulis bahasa Indonesia yang baik, memerlukan aturan-aturan yang berlaku. Contoh seperti penggunaan tanda baca, huruf kapital, dan ejaan.

Di Indonesia, peraturan tata bahasa dan ejaan terus berkembang. Sejak zaman Orde Baru, ejaan bahasa Indonesia baru ditetapkan melalui Kepres Nomor 57 Tahun 1972 sampai berganti pada Permendikbud Nomor 50 Tahun 2015.


Pengertian EYD, EBI, dan PUEBI

Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) adalah aturan tata bahasa Indonesia yang ada sejak 1972 hingga 2015.

Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) adalah aturan tata bahasa Indonesia yang berlaku sejak 2015 sampai sekarang.

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) adalah pedoman yang di dalamnya berisi tentang aturan EBI.

Perbedaan EYD, EBI, dan PUEBI

Jika ditinjau dari pengertiannya, EBI dan PUEBI merupakan hal yang sama. Keduanya hanya berbeda dalam penyebutan.

Sejak tahun 2015, EYD diganti menjadi EBI atau PUEBI. Terdapat beberapa perubahan yang mencolok karena PEUBI lebih disempurnakan dari aturan tata bahasa sebelumnya.

Contohnya pada penggunaan tanda baca, pemakaian huruf, penulisan kata, dan penulisan unsur serapan yang lebih dijelaskan secara jelas serta ringkas.

Lebih lengkapnya, ada lima perbedaan yang signifikan. Di antaranya sebagai berikut.

1. Pelafalan vokal [e]

Dalam EYD, vokal [e] dicontohkan dalam dua pelafalan, yaitu [é] pada kata enak, petak, dan sore dan [ê] pada kata emas, kena, dan tipe.

Dalam PUEBI, ditambahkan satu pelafalan, yaitu vokal [è] pada kata militer, ember, dan pendek.

2. Tambahan bunyi vokal atau diftong

Dalam EYD, hanya terdapat tiga diftong, yaitu ai, au, dan oi. Sementara pada PUEBI, terdapat tambahan diftong ei yang muncul karena kata serapan, seperti kata survei, eigendom, dan geiser.

3. Penulisan huruf kapital

Dalam EYD, huruf kapital digunakan pada huruf awal nama orang, nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan.

Sementara pada PUEBI, nama julukan juga memakai huruf kapital, seperti Dewa Pedang atau Jenderal Kancil.

4. Aturan penulisan huruf tebal

Dalam EYD, tidak ada aturan mengenai pemakaian huruf tebal. Namun, di dalam PUEBI, huruf tebal digunakan untuk menegaskan bagian-bagian tulisan, seperti judul buku, bab, dan subbab.

5. Tanda baca titik koma (;)

Dalam EYD, tanda baca titik koma (;) hanya digunakan untuk memisahkan bagian kalimat yang sejenis dan setara serta sebagai pengganti tanda hubung untuk memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk.

Sementara itu, di dalam PUEBI, tanda baca titik koma (;) juga dipakai pada akhir perincian klausa dan untuk memisahkan bagian pemerincian kalimat yang sudah menggunakan koma.

(Natalia Bulan)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement