JAKARTA - Pakar Keamanan dan Ketahanan Kesehatan Universitas Griffith, Dicky Budiman mengatakan sedikitnya 1,7 juta orang meninggal akibat penyakit gangguan ginjal akut setiap tahun.
"Secara data epidemiologis itu menunjukkan 13,3 juta jiwa, setidaknya setiap tahun kasus ini terjadi, ini cukup besar dan 1,7 juta jiwa diantaranya mengalami kematian," ujar Dicky dalam diskusi daring "Waspada Gangguan Ginjal Akut pada Anak," dikutip dari Antara, Kamis (27/10/2022).
Dicky menyebut jika fungsi ginjal dalam menyaring zat-zat yang beracun terganggu, penurunan fungsi tersebut yang menjadi berbahaya.
Gangguan ginjal akut, menurut Dicky, terjadi dalam waktu singkat. Dalam data epidemiologis, rata-rata terjadi 5 atau 7 hari, namun ada yang terjadi dalam waktu mingguan dan tidak terjadi dalam waktu satu bulan.
Yang perlu dipahami, lanjutnya, kasus gangguan ginjal akut, terutama ditemukan pada kasus di negara berkembang, 85 persen disebabkan adanya infeksi pada tubuh. Selain itu, bisa diakibatkan dari kualitas air yang dikonsumsi. Sebab, ginjal membutuhkan air dalam bekerja.
Dicky mengatakan sebaiknya mengonsumsi air berkualitas baik. "Kualitas air yang baik ini juga akan menentukan kesehatan ginjal di satu populasi," ujar Dicky.