JAKARTA - Tahukah kamu bahwa sebenarnya, hewan platipus berkembang biak dengan cara bertelur? Ya, betul.
Hewan malam semi-akuatik yang juga merupakan perenang terbaik ini melakukan perkembang biakan dengan cara ovipar atau bertelur.
Sebagai hewan semi-akuatik, platipus cenderung lebih sering menghabiskan waktunya di dalam air untuk mencari makan.
Platipus akan menutup matanya rapat-rapat ketika berenang, dan menyerahkan sisanya kepada indra lainnya.
Platipus juga memiliki empat kaki berselaput yang digunakan untuk berenang, dengan mengayuh dua kaki depannya.
Sedangkan kedua kaki belakang dan ekornya digunakan untuk menjaga hewan ini tetap seimbang.
Cara Berkembang Biak
Platipus berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar). Bentuk telurnya mirip seperti telur reptil dengan bentuk yang sedikit lebih bundar dibandingkan telur burung.
Biasanya, hewan ini akan menelurkan dua telur pada saat yang bersamaan walaupun terkadang memungkinkan juga platipus betina untuk menelurkan satu atau tiga telur.
Proses inkubasi dari perkembang biakan telur platipus diawali dengan embrio (telur) yang tidak memiliki satupun organ fungsional dan bergantung pada kantung merah telur untuk bernapas.
Selanjutnya, jari-jari kaki akan perlahan muncul hingga disusul dengan tumbuhnya gigi. Telur akan menetas setelah melalui periode inkubasi yang berlangsung sekitar 10 hari.
Bayi platipus yang telah menetas akan keluar tanpa rambut dari cangkang telurnya. Mereka secara langsung melekat pada induknya.
Bayi-bayi yang belum peka dan masih buta itu kemudian akan disusui langsung oleh sang induk.
Setelah berusia lebih dari 17 minggu, bayi platipus akan meninggalkan sarangnya.
(Natalia Bulan)