Share

Bagaimana Tanggapan Mahasiswa Terkait Tabungan Rp100 Juta di Usia 25 Tahun?

Natalia Bulan, Okezone · Rabu 07 September 2022 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 07 65 2662401 bagaimana-tanggapan-mahasiswa-terkait-tabungan-rp100-juta-di-usia-25-tahun-8Q4aBjgPxW.jpeg Tanggapan mahasiswa tentang tabungan Rp100 juta di usia 25 tahun/Istimewa

JAKARTA - Danang Giri Sadewa atau yang akrab disapa Danang merupakan konten kreator edukasi yang aktif membuat konten bermanfaat untuk banyak pelajar di Indonesia.

Danang yang lahir di Magelang pada 23 November 1998 ini kini telah lulus dari Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui sidang skripsi pada tanggal 21 Juni 2022.


Pada video yang diunggah tanggal 1 September 2022, melalui segmen Dialogue, Danang akan memberikan beberapa pertanyaan kepada 10 mahasiswa terkait Quarter Life Crisis.

Quarter Life Crisis adalah suatu periode ketidakpastian dan pencarian jati diri yang dialami individu pada saat mencapai usia pertengahan 20 hingga awal 30 tahun.


Biasanya, remaja yang mengalami krisis ini akan merasa bingung saat mengambil keputusan untuk masa depannya.

Ada 7 dari 10 mahasiswa yang diwawancara mengaku bahwa dirinya sedang mengalami fase Quarter Life Crisis.

Seorang mahasiswa bernama Gelar mengatakan bahwa remaja seusia dirinya memang sedang ada di masa sering insecure terhadap pencapaian orang lain.

“Kayak misalnya ‘wah temen kita udah berpenghasilan gede, temen kita udah kerja, tapi kita masih kuliah’,” ujar Gelar.

Selanjutnya, seorang mahasiswa bernama Bintang mengatakan bahwa pada saat overthinking di malam hari, ia kerap memikirkan masa depan dirinya.

“Besok mau jadi apa, besok masa depan mau jadi kayak gimana itu kan. Terus kondisi sekarang kayak gini gitu, Kesepian tapi kalau punya pasangan juga ribet,” jelasnya sambil tersenyum.

Kemudian, Danang Giri kemudian memberikan pertanyaan “Setuju atau tidak setuju tentang tanggapan bahwa orang-orang di usia 25 tahun harus memiliki 100 juta rupiah pertamanya, punya pasangan, punya pekerjaan, dan mental yang stabil?”.

Seorang mahasiswa bernama Farhan mengatakan bahwa hal tersebut bisa menjadi suatu target kuantitatif, sehingga memacu orang-orang untuk bisa menabung dan bisa mendapatkan penghasilan.

Ia menganggap hal tersebut menjadi sesuatu yang positif. Tapi di sisi lain yang harus diingat, tidak semua orang memiliki standar yang sama.

“Kita boleh mempunyai referensi atau standar tertentu. Tapi kalau kita menganggap diri kita semua sama, itu gak baik menurutku. Jadi, lebih jadi referensi aja sih daripada jadi satu hal yang bener-bener harus diusahakan,” ujar Farhan.

Buat yang penasaran dengan tanggapan-tanggapan dari para mahasiswa selanjutnya, langsung aja cek videonya hanya di YouTube Channel Danang Giri Sadewa, ya!

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini