Share

Bongkar Paksa Gerbang Sekolah yang Dilas, Ratusan Siswa SDN Bunisari Bisa Sekolah Lagi

Adi Haryanto, Koran Sindo · Selasa 09 Agustus 2022 13:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 624 2644617 bongkar-paksa-gerbang-sekolah-yang-dilas-ratusan-siswa-sdn-bunisari-bisa-sekolah-lagi-Xn05U3Ze53.jpg Bongkar paksa gerbang sekolah yang dilas di SDN Bunisari, Selasa (9/8/2022)/Adi Haryanto

BANDUNG BARAT - Ratusan siswa SD Negeri Bunisari di Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KKB) akhirnya bisa kembali belajar seperti biasa hari ini.

Hal ini terjadi setelah pintu gerbang teralis besi sebagai akses pintu masuk ke ruang kelas para siswa yang sengaja dilas dan digembok oleh ahli waris pemilik lahan dibongkar paksa oleh perangkat desa yang didampingi unsur TNI, Polri, dan pihak sekolah.

"Hari ini sekolah kembali sudah berjalan dengan normal. Siswa kelas satu, dua, dan empat, baik yang sekolah pagi dan siang, sudah belajar lagi," kata Plt Kepala SD Negeri Bunisari, Rita Rosita Fadilah, Selasa (9/8/2022).

Rita menyebutkan, akses gerbang masuk ke ruang kelas yang berada di bagian belakang sekolah itu dibongkar kemarin sore setelah semua elemen terkait datang ke sekolah.

Mulai dari pihak desa, dinas pendidikan, polsek, koramil, komite sekolah, dan orang tua siswa.

Jangan sampai kasus penggembokan akses masuk ke sekolah ini terjadi lagi. Pasalnya ini adalah kejadian untuk yang ketiga kalinya dan yang pertama di masa dirinya menjadi Plt kepala sekolah.

Pihaknya juga tidak bisa menata ruang kelas yang awalnya SDN Langensari tersebut sebelum merger ke SDN Bunisari.

"Kami berharap kegiatan sekolah ini berjalan dengan kondusif menata ruang atau sekolah di SDN Bunisari, agar kegiatan belajar siswa tidak terganggu," ujarnya.

Pihaknya bakal tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar ke depannya apapun kondisinya. Namun, apabila ada hal yang seperti ini terjadi lagi pihaknya akan menyerahkan kepada Disdik KBB.

"Jadi hari ini pembelajaran sudah efektif, kita juga perhatikan psikologis siswa dan orang tua yang khawatirnya terganggu," imbuhnya.

Sementara Kepala Desa Gadobangkong, Ae Tajudin mengaku menerbitkan surat keterangan soal status lahan hanya untuk menegaskan bahwa tanah tersebut bukan aset Pemdes Gadobangkong tapi merupakan milik Nana Rumantana. Jadi bukan sebagai dasar untuk melakukan penutupan akses masuk ke sekolah.

"SK Kepala Desa ini hanya keterangan bahwa tanah ini berdasarkan AJB tahun 1970 yang memang milik Nana Rumantana. Jadi surat ini bukan dimaksudkan untuk menggembok atau menutup sekolah," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini