Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Disdikbud Luncurkan Perpusataan Digital Pertama di Sigi, Sediakan Fasilitas 30 Laptop

Disdikbud Luncurkan Perpusataan Digital Pertama di Sigi, Sediakan Fasilitas 30 Laptop
Kepala Sekolah SDN 1 Kalukubula, Putria saat memberikan keterangan setelah meluncurkan perpusataakn digital pertama di Kabupaten Sigi, Rabu (20/7/2022)/Antara
A
A
A

SIGI - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah meluncurkan perpustakaan digital pertama di SDN daerah itu.

"Perpustakaan digital pertama kami luncurkan di SDN 1 Kalukubu, dan tentu sebagai salah satu tujuan dari visi-misi di Sigi guna peningkatan sumber daya manusia yang berdaya saing," kata Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sigi, Anwar dikutip dari Antara, Kamis (21/7/2022).

Ia mengungkapkan, kehadiran perpustakaan digital berbeda dengan yang ada pada umumnya, sebab tidak lagi dengan cara menghadirkan berbagai macam aplikasi, melainkan menyediakan fasilitas yang memadai bagi siswa.

Hal ini dilakukan berbagai pertimbangan, salah satunya dominan siswa maupun siswi yang duduk di bangku sekolah dasar di Sigi, belum memiliki gadget karena berbagai faktor.

Oleh karena itu, pihaknya bersama SDN 1 Kalukubula menghadirkan perpustakaan digital dengan menyediakan fasilitas berupa 30 unit laptop, berikut dengan seluruh jaminan ketersediaan akses jaringan internet yang dapat mendukung proses belajar mengajar dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.

"Kehadiran perpustakaan ini kita dapat mencapai dua poin sekaligus, yakni menciptakan SDM yang berdaya saing, sekaligus membiasakan siswa dan siswi melek teknologi di era digitalisasi seperti saat ini yang sudah memasuki masa 5.0," jelas Anwar.

Kepala Sekolah SDN 1 Kalukubula Putria mengemukakan perpustakaan digital dapat dimanfaatkan siswa maupun siswi tidak hanya saat berlangsungnya jam pelajar di sekolah.

"Jika misalnya ada guru kelas menambah jam mata pelajarannya seperti contoh kelas 6, biasanya butuh jam belajar tambahan atau les, sehingga perpustakaan bisa digunakan karena tidak hanya membaca buku secara fisik tapi juga secara daring," juar Putria.

Menurut dia, menghadirkan perpustakaan digital merupakan salah satu agenda penting yang sudah seharusnya dilakukan secara masif, untuk menciptakan generasi emas yang berkualitas lewat berbagai gerakan literasi.

Akan tetapi, meningkatkan budaya literasi pada anak-anak bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan maupun sekolah, melainkan juga tanggung jawab keluarga serta lingkungan masyarakat.

"Perpustakaan dalam model digital perlu dalam mendukung kegiatan pendidikan, dan harus diperbanyak lagi, agar anak-anak lebih siap menghadapi arus informasi," jelas Putria.

(Natalia Bulan)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement