BANDUNG BARAT - Guru, orangtua, dan siswa-siswi dari RA Nurul Azmi beserta warga menggeruduk kantor Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) siang hari ini.
Aksi tersebut adalah bentuk protes karena pemukiman dan sekolah mereka yang berlokasi di Kompleks Taman Bunga Cilame kerap kebanjiran ketika hujan turun akibat dari pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KJCB).
Tidak hanya itu, imbas dari proyek tersebut membuat akses ke sekolah rusak parah, area bermain anak rusak, dan bangunan sekolah retak-retak.
Sehingga demi keselamatan siswa kegiatan belajar harus dipindahkan ke masjid.
"Sebelum ada proyek KCIC sekolah gak pernah banjir. Sekarang sekolah kami selalu kebanjiran karena drainase yang ada di sekolah rusak karena tiang pancang kereta cepat," kata Kepala RA Nurul Azmi, Nining Yudianti (43) di Kantor Desa Cilame.
Menurutnya, sekolahnya berada di RT 07/23 yang merupakan muara semua air dari wilayah atas yang juga nanyak dibangun perumahan baru.