Share

Peran Alumni Diperlukan untuk Berantas Klitih di Yogyakarta

Erfanto Linangkung, Koran SI · Senin 18 April 2022 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 18 624 2580879 peran-alumni-diperlukan-untuk-berantas-klitih-di-yogyakarta-CWrIpMkcER.jpg Foto: MNC Portal

YOGYAKARTA - Kasus kejahatan jalanan, di mana pelaku dan korbannya didominasi oleh para remaja atau anak di bawah umur menjadi persoalan yang belum ada solusi. Pasalnya, kejahatan jalanan atau akrab masyarakat Yogyakarta menyebutnya klitih menjadi persoalan serius karena telah memakan korban.

(Baca juga: Klitih, Ini Senjata Gir yang Menewaskan Pelajar SMA di Yogyakarta)

Jogja Police Watch (JPW) meminta agar persoalan klithih harus segera ditangani dengan baik oleh pemerintah kabupaten/kota maupun provinsi selain aparat kepolisian dan lembaga pendidikan. Agar aksi kejahatan jalanan ini tidak terus berulang.

Kadiv Humas JPW Baharuddin Kamba menawarkan beberapa cara kepada pemerintah dengan harapan dapat memutus mata rantai kejahatan jalanan atau klithih ini. Di antaranya adalah melakukan pemetaan dan pendataan para "alumni" atau senior.

"Pendataan senior yang berpengaruh di geng sekolah atau geng pelajar sangat penting,"kata dia, Minggu (17/4/2022)

Di samping itu, pemerintah setempat melakukan pengenalan atau silaturahmi kepada para alumni atau senior ini. Tentunya pengenalan ini butuh waktu yang tidak sebentar dan tidak bisa langsung seketika

Selain itu, setelah melakukan pengenalan atau silaturahmi yang lama, pemerintah setempat dapat menawarkan kegiatan ekonomi. Dan disela-sela kegiatan ekonomi bagi para "alumni" atau senior ini, pemerintah setempat ngobrol dari hati ke hati agar para "alumni" atau senior ini.

"Para senior ini diharapkan membantu pemerintah untuk menekan aksi-aksi klithih di Yogyakarta. Dipastikan kedua belah pihak merupakan orang lokal Yogyakarta. Kemudian monitoring dan evaluasi atau monev secara berkala,"paparnya.

Para senior harus dilibatkan kenapa para senior atau alumni bisa jadi para pelaku kejahatan jalanan atau klithih selama ini lebih takut, lebih patuh dan lebih manut sama para senior atau alumni ketimbang pada orangtua atau sekolah. Selain itu salah satu penyebab munculnya aksi klithih adalah adanya peran alumni atau senior di sekolah.

Menurut Kamba, aksi klithih dalam dua pekan terakhir ini mendapat banyak sorotan dari masyarakat pasca meninggalnya Daffa Adzin Albasith seorang pelajar SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, pada Minggu (3/4/2022) lalu.

Hingga kini Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta sedang menggodok sekolah khusus untuk menampung remaja pelaku kejahatan jalanan atau klithih. Para pelaku klithih ini nantinya ditampung yakni para remaja yang sulit ditangani oleh pihak sekolah maupun keluarganya.

"Harapannya Sekolah khusus bagi pelaku klithih akan berada di Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, DIY ini tak hanya menitik beratkan pada sisi akademik namun perubahan perilaku,"tambahnya.

Pihaknya juga mendukung semua langkah pemerintah baik kabupaten/kota maupun propinsi termasuk pihak kepolisian serta lembaga pendidikan dalam rangka meminimalisir bahkan memberantas aksi-aksi kejahatan jalanan atau klithih, yang selama ini dapat mencoreng citra Yogyakarta sebagai kota pelajar, kota budaya dan kota wisata.

Semua langkah yang telah, sedang maupun akan dilakukan oleh pemerintah propinsi maupun kabupaten/kota termasuk pihak kepolisian serta lembaga pendidikan pasti mempunyai niat dan tujuan yang baik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini