Share

Wujudkan SDM Unggul, Wapres Sebut Ada 5 Tantangan Utama Lembaga Pendidikan Tinggi

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 13 Januari 2022 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 13 65 2531638 wujudkan-sdm-unggul-wapres-sebut-ada-5-tantangan-utama-lembaga-pendidikan-tinggi-NJRJWiCqWZ.jpg Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma'ruf Amin.

BANGKALAN - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menegaskan pemerintah berkomitmen untuk terus mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul sebagai generasi emas berkarakter dan berwawasan global.

Wapres pun mengatakan setidaknya ada 5 tantangan utama bagi lembaga pendidikan tinggi untuk dapat berkontribusi secara konkret.

BACA JUGA: Minat Baca Rendah, Wapres: Jangan Sampai Indonesia Jadi Bangsa Tong Kosong Nyaring Bunyinya

“Pertama, mendorong penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK),” katanya saat menyampaikan orasi ilmiah dalam rangka wisuda S1 Sekolah Tinggi Agama Islam Syaichona Moh. Cholil (STAIS) Bangkalan, Kamis (13/1/2022).

Wapres mengatakan pondasi untuk meningkatkan ilmu pengetahuan adalah membaca. Kemudian, penguasaan iptek juga harus diimbangi dengan penguatan keimanan, nasionalisme, dan akhlak mulia.

“Tujuannya agar pemanfaatan iptek benar-benar membawa kemaslahatan bagi bangsa dan negara, sementara kita tetap mampu menjaga identitas diri di tengah berbagai tantangan dunia modern,” tegasnya.

BACA JUGA: Bertolak ke Jatim, Wapres Maruf Diagendakan Kunjungi Madura dan Lumajang

Kedua, kata Wapres, terkait dengan pengembangan pendidikan berbasis teknologi digital harus bisa memanfaatkannya secara optimal terutama pada masa pandemi ini, sehingga proses pembelajaran akan terus berlanjut.

“Namun demikian, kita tidak boleh meninggalkan cara belajar secara tatap muka (musyafahah) seperti diajarkan oleh para salafunas sholihun,” katanya.

Ketiga, memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan talenta, serta mendorong kreativitas dan inovasi. Pemerintah, kata Wapres, telah membuka kesempatan untuk “merdeka belajar”, sementara pendidikan tinggi harus responsif dan bijak dalam penerapannya.

“Implementasinya menuntut pendidikan tinggi untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan seraya memanfaatkan kemajuan teknologi,” papar Wapres.

Keempat, mengimplementasikan iptek sesuai konteks dan kearifan lokal. “Saya mengenal STAIS yang terlahir dari lingkungan pondok pesantren. Tujuan kehadiran pondok pesantren pada hakikatnya untuk turut mencerdaskan dan meningkatkan kesejahteraan, khususnya bagi masyarakat di sekitar pondok,” kata Wapres.

Kelima, kata Wapres yakni memperluas jejaring kerja sama, baik dengan pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi profesi dan kemasyarakatan, dunia usaha dan industri, hingga media, baik di dalam maupun di luar negeri.

“Seiring dengan terbukanya kolaborasi yang semakin luas, maka semakin terbuka pula wawasan global seluruh civitas academica STAIS melalui kolaborasi riset, pertukaran pengajar dan mahasiswa, hingga kesempatan magang dan praktik kerja bagi peserta didik,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini