Kemenkes Ungkap Penyebab Long Covid di Indonesia

Mohammad Adrianto S, Okezone · Sabtu 04 Desember 2021 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 04 65 2511903 kemenkes-ungkap-penyebab-long-covid-di-indonesia-EDn5m6oAt7.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Dr. Abdul Kadir memaparkan penjelasan mengenai long covid di Indonesia.

(Baca juga: Apa Itu Post Covid-19? Kenali Juga 4 Gejalanya)

Dirinya menjadi salah satu pembicara dalam "Seminar Online Seri 46 One Stop Service Untuk Penyintas Covid-19", Sabtu (4/11/2021), yang diselenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).

Menurutnya, long covid bukanlah hal baru dalam pandemi ini. World Health Organization (WHO) sudah meneliti fenomena ini sejak pertengahan tahun 2020.

 (Baca juga: FKM UI Berharap Penyintas Covid-19 Mendapat Akses untuk Hidup Lebih Baik)

"Kejadian long covid-19 sudah mulai terdeteksi dan diteliti sejak pertengahan tahun 2020. WHO pada bulan September 2020 menyatakan bahwa dari survey yang dilakukan, 35% pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari covid-19 mengaku tidak kembali ke kondisi fisik optimalnya," terang Dr. Kadir.

"Di Indonesia, 63,5% pasien penyintas mengalami Long Covid-19. Itu artinya lebih dari 2 juta orang mengalami gejala Long Covid-19 dan kualitas hidup nya terganggu," lanjutnya.

Dr. Kadir melanjutkan, terdapat 2 jenis penyintas covid yang termasuk sebagai pengidap long covid. Kedua jenis ini adalah pasca covid-19 akut dan pasca covid-19 kronis.

"Pengidap long covid akut memiliki gejala menetap selama 4-12 minggu sejak dinyatakan sembuh covid-19. Sementara pengidap long covid kronis mempunyai gejala menetap selama 12 minggu atau lebih sejak dinyatakan sembuh covid-19," ujarnya.

Gejala long covid ini dapat terjadi ke seluruh sistem organ. Dr. Kadir menjelaskan, gejalanya bisa terjadi ke pernapasan, otot, lambung, hingga ke psikis.

Namun, Kadir mengungkapkan di Indonesia sendiri masih memiliki sejumlah dilema mengenai penanganan terhadap long covid.

"Di sini, rumah sakit yang menyediakan fasilitas pelayanan khusus pasien pasca covid-19 masih belum banyak. Perlu juga dilakukan penelitian lebih lanjut terkait pasca covid-19 baik yang bersifat basic science maupun penelitian klinik terapan, serta menentukan pembiayaan bagi pasien long covid-19 masih belum ditentukan," paparnya.

Saat ini, Indonesia baru membuat sejumlah kebijakan dalam penanganan covid-19, yaitu peningkatan kapasitas ruang isolasi, menerapkan protokol kesehatan dan adaptasi kebiasan baru di rumah, dan manajemen kasus dalam tata laksana terapi covid-19.

Dr. Kadir melanjutkan, Indonesia juga sudah mempersiapkan kebijakan mengenai penanganan penyintas long covid.

"Ada organisasi profesi dan Kemenkes membuat tata laksana long covid-19, perhitungan unit cost untuk pelayanan long covid-19 oleh P2JK Kemenkes, serta memikirkan pembiayaan melalui BPJS dengan semangat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat," kata Dr. Kadir.

Terakhir, dirinya menutup bahwa penanganan covid-19 secara keseluruhan memerlukan kerja sama dari semua lapisan masyarakat. "Memerlukan peran aktif masyarakat dan seluruh sektor terkait," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini