Atdikbud Canberra Dorong Mahasiswa Jadi Pelopor Digitalisasi Pertanian

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 25 September 2021 04:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 25 65 2476578 atdikbud-canberra-dorong-mahasiswa-jadi-pelopor-digitalisasi-pertanian-IBWE0TqFZJ.jpg Foto: Istimewa

CANBERRA - Revolusi industri 4.0 dapat mengubah wajah dunia pertanian Indonesia dari yang semula identik dengan keterbelakangan menjadi pertanian maju berbasis teknologi. Adanya internet menyebabkan petani dapat memasarkan produknya secara online, sehingga mampu membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani, khususnya yang selama ini bergantung pada tengkulak.

Dalam proses produksi, teknologi digital memungkinkan petani untuk mengontrol proses pemupukan dan pertumbuhan tanamannya dari jarak jauh seperti dengan teknologi remote sensing.

"Apa yang disebut smart farming sudah semakin dekat. Gambaran petani yang terbelakang dapat kita hilangkan ketika dunia pertanian semakin lekat dengan teknologi digital," kata Mukhamad Najib selaku atase pendidikan dan kebudayaan (Atdikbud) KBRI Canberra saat memberikan kuliah umum pada acara International Summer Course dengan tema “The 5th Sustainable Agrifood Management in Indonesia”, Jumat (24/9/2021).

International Summer Course yang diselenggarakan oleh Departemen Manajemen IPB University ini berlangsung selama 10 hari dan diikuti oleh mahasiswa dari 15 negara seperti Germany, China, Malaysia, Philippines, India, Nepal, Thailand dengan total peserta sebanyak 90 orang. Pembicara dalam Summer Course ini juga berasal dari berbagai negara antara lain dari Australia, Belanda, Swiss, Singapore, India, Malaysia, Austria dan Indonesia sendiri.

Dalam Summer Course yang dilakukan secara daring, Najib menyampaikan bahwa gambaran yang menarik tentang dunia pertanian sangat diperlukan agar generasi muda mau terjun ke dunia pertanian. Gelombang teknologi, khususnya teknologi digital, harus dapat masuk ke desa-desa, sehingga dapat memberikan dukungan bagi petani dan pertanian di negara berkembang untuk lebih maju.

Baca juga: Erick Thohir: Industri 4.0 Butuh Peta Jalan Bukan Sekadar Bicara

“Petani yang akrab dengan teknologi akan dapat meningkatkan produktifitasnya dan menghasilkan produk pertanian yang berkualitas. Ujungnya, penggunaan teknologi modern seperti teknologi digital akan dapat meningkatkan kesejahteraan petani itu sendiri. Hal ini akan menjadikan sektor pertanian lebih menarik bagi generasi muda yang umumnya sudah terpapar teknologi," jelas Najib.

Menurut Najib yang juga dosen IPB ini, era digitalisasi dalam dunia pertanian di negara berkembang seperti di Indonesia baru saja dimulai. Meski masih sangat terbatas pada sistem pemasaran, digitalisasi mampu memberikan daya tarik tersendiri bagi generasi muda. Tercatat banyak anak muda yang mendirikan start-up di bidang pertanian, seperti iGrow, 8Villages, TaniHub dan lain-lain.

Najib mengatakan bahwa para mahasiswa yang mengikuti Summer Course ini merupakan mahasiswa yang potensial dari negaranya masing-masing dan dapat menjadi pelopor dari digitalisasi pertanian di negerinya.

“Mereka adalah calon-calon agen perubahan di negaranya masing-masing. Saya berharap mereka dapat membantu akselerasi digitalisasi pertanian di tempatnya masing-masing. Sangat baik sekali jika mereka bisa menjadi pelopor dalam proses transformasi digital di dunia pertanian, sehingga pertanian lebih maju dan mensejahterakan," ungkap Najib.

International Summer Course yang diselenggarakan oleh IPB merupakan bagian dari implementasi program merdeka belajar dan kampus merdeka. Para peserta akan mendapatkan kredit yang dapat disetarakan oleh kampusnya masing-masing.

Menurut Wita Juwita, Ketua Departemen Manajemen IPB, kegiatan ini sudah berlangsung selama lima tahun dan sangat diminati oleh mahasiswa internasional. Hal ini terbukti dari meningkatnya jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun.

“Kegiatan International Summer Course ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai negara untuk bisa belajar bersama, bertukar pengetahuan dan pengalaman, sehingga masing-masing bisa belajar dari negara lain,” jelas Wita.

Kegiatan Summer Course ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa Indonesia sendiri untuk mendapatkan pengalaman internasional. Hal ini sesuai dengan agenda Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk mendorong mahasiswa memiliki pengalaman internasional dalam konteks merdeka belajar dan kampus merdeka.

“Dengan mengikuti International Summer Course ini, selain membuka jaringan dalam interaksi dengan mahasiswa dari negara lain, mahasiswa Indonesia juga berkesempatan mengikuti perkuliahan dari ilmuwan dari berbagai kampus terbaik di dunia," tutup Wita.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini