Rektor UGM Panut Mulyono Dikukuhkan Jadi Ketua FRI 2021-2022

Neneng Zubaidah, Koran SI · Rabu 28 Juli 2021 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 65 2447165 rektor-ugm-panut-mulyono-dikukuhkan-jadi-ketua-fri-2021-2022-7VXNbrNo5t.jpg Rektor UGM, Panut Mulyono (foto: Dok UGM)

JAKARTA - Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Ir. Panut Mulyono dikukuhkan sebagai Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) periode 2021-2022. Ia akan melanjutkan tongkat kepemimpinan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Arif Satria yang merupakan Ketua FRI 2020-2021.

Pengukuhan dilaksanakan dalam Konferensi FRI 2021, Konvensi Kampus XXVII dan Temu Tahunan XXIII yang dilaksanakan secara virtual, Selasa (27/7) dengan UGM sebagai tuan rumah.

Baca juga: Rektor : UGM Komitmen Berkontribusi Nyata Dalam Penanganan Covid-19

Dalam kesempatan itu, turut disampaikan pula Ketua FRI terpilih (elected) periode 2022-2023 yakni Rektor Universitas Airlangga, Prof.Dr. Mohammad Nasih, S.E., MT.Ak.

Dalam pidatonya, Panut menyampaikan harapan perguruan tinggi dapat menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian. Akademisi harus progresif dan berada di jajaran depan agar dapat memberikan jalan keluar bagi permasalahan bangsa.

Baca juga: UGM Siapkan 12 Ribu Vaksin Covid-19 untuk Mahasiswa

“Melalui FRI ini mari bersama-sama kita bergerak secara kolaboratif agar potensi yang ada di masing-masing institusi kita bisa bersinergi sehingga dampaknya untuk kemajuan bangsa menjadi jauh lebih besar,” katanya melansir laman ugm.ac.id.

Ia mengatakan bahwa pendidikan tinggi saat ini tengah menghadapi tantangan yang luar biasa. Pandemi Covid-19 mengakibatkan krisis di sektor kesehatan dan ekonomi. Namun, di satu sisi wabah Covid-19 kian mempercepat disrupsi, masyarakat kini merasakan akselerasi adopsi teknologi digital.

Karenanya ia berharap lewat FRI bisa menjadi pelopor agar perguruan tinggi selalu inovatif untuk melihat sisi terang dari setiap persoalan yang dihadapi bangsa. Selain itu, FRI juga mengajak perguruan tinggi Indonesia untuk berpikir terbuka terhadap kompetisi serta menjadi adaptif tanpa mengesampingkan nilai dan karakter dasar yang menjadi ciri khas pendidikan tinggi Indonesia.

“Kami mohon dukungan dan doa agar kita bisa menjadikan FRI ini sebagai sebuah rumah bersama yang senantiasa membuat kita progresif dalam menghadapi persoalan dan kolaboratif dalam memberikan solusi. Sementara di tengah disrupsi dan perubahan yang terjadi secara cepat, semoga kita dapat menyikapinya dengan inovatif sehingga pendidikan tinggi Indonesia menjadi institusi yang adaptif dan tetap relevan,” urainya. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini