Kemendikbudristek Targetkan 6 Ribu Calon Mahasiswa Ikut Program RPL

Neneng Zubaidah, Koran SI · Jum'at 23 Juli 2021 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 65 2444780 kemendikbudristek-targetkan-6-ribu-calon-mahasiswa-ikut-program-rpl-LEW1gzgdVg.png foto: istimewa

JAKARTA - Kemendikbudristek melalui Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) membuka program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tipe A2. Kemendikbudristek menargetkan program RPL ini akan diikuti oleh 6 ribu peserta untuk mengikuti perkuliahan di 63 perguruan tinggi dan 453 program studi.

Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) adalah pengakuan kompetensi hasil belajar dari pembelajaran nonformal, informal, dan pengalaman kerja ke capaian hasil belajar pembelajaran formal.

Baca juga: Kemendikbudristek Libatkan Siswa SMK Dalam Perakitan Laptop PDN

Yaitu berupa pembebasan sejumlah mata kuliah atau perolehan sks untuk melanjutkan studi di Perguruan Tinggi (mahasiswa yang diterima hanya diwajibkan mengikuti beberapa mata kuliah yang tidak memperoleh pengakuan).

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti Kemendikbudristek, Aris Junaidi mengatakan, bagi anggota masyarakat yang dulu pernah belajar di program diploma, sarjana atau magister tetapi karena suatu alasan dia lebih memilih bekerja di perusahaan sehingga akhirnya dia tidak menyelesaikan gelarnya untuk bergabung mengikuti program RPL ini.

Baca juga: Ditjen Dikti Buka Kesempatan Masyarakat yang Putus Kuliah Lanjutkan Studi

Aris menjelaskan, pengalaman bekerja individu tersebut nantinya akan diakui sebagai capaian kredit akademik. Sehingga misalnya jika masyarakat akan melanjutkan RPL ke pendidikan sarjana maka waktu pembelajarannya akan lebih singkat, atau tidak perlu mengulang penuh kuliah selama 4 tahun tergantung dari penilaian perguruan tinggi.

"Pada saat dia bekerja dia akan diakui pengalamannya selama kerja sebagai kredit," kata Aris.

Dia menjelaskan, dengan proses pembelajaran yang lebih singkat karena ada pengakuan yang dicapai maka individu tersebut akan bisa mendapatkan gelar lebih tinggi dari sebelumnya. Lebih dari itu, jelasnya, hal ini juga akan mendorong masyarakat untuk terus belajar sepanjang hayat.

Dia menuturkan, program RPL tahun ini masih merupakan pilot project sehingga baru akan melibatkan 63 perguruan tinggi dengan jumlah 453 program studi yang bisa dipilih.

"Ini program yang sangat positif untuk para anggota masyarakat yang ingin meningkatkan kualifikasinya," ujarnya.

Aris menjelaskan, syarat untuk peserta RPL jenjang sarjana adalah para lulusan SMA atau sederajat, lalu pernah kuliah atau lulus program D1/D2 ataupun D3 dan berpengalaman kerja, mempunyai bukti pelatihan bersertifikat atau keterampilan khusus dengan kursus atau sesuai dengan bidang studinya.

Sedangkan untuk syarat peserta magister, jelasnya, yaitu lulusan sarjana, berpengalaman kerja/pelatihan/kursus yang sesuai pilihan bidang studi dan pernah kuliah di program magister tapi tidak selesai. Aris mengatakan, untuk peserta RPL jenjang sarjana dan magister ini Kemendikbudristek akan memberikan subsidi biaya kuliah untuk 1 semester.

"Pendaftaran secara online dapat diakses melalui web kita yakni di platform rpla.kemdikbud.go.id," pungkasnya. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini