Share

Survey P2G : Mayoritas Orangtua Setuju Vaksinasi Anak

Neneng Zubaidah, Koran SI · Selasa 13 Juli 2021 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 13 65 2439933 survey-p2g-mayoritas-orangtua-setuju-vaksinasi-anak-0UTLYyx0Pb.jpg Illustrasi vaksin anak (foto: Uchealt)

JAKARTA - Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) melakukan survey nasional terkait sikap orang tua terhadap vaksinasi anak dan pembelajaran tatap muka Juli 2021 kepada 9.287 responden. Hasilnya menunjukkan jika 63,3% orang tua setuju anaknya divaksinasi.

Sedangkan 23,5% orang tua tidak setuju anaknya divaksin dan orang tua yang ragu-ragu anaknya divaksin sebanyak 13,2%. Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim mengatakan, P2G memahami jika mendapatkan vaksinasi adalah hak termasuk bagi anak.

“Namun tentunya menjadi kewajiban semua orang tua, anak termasuk guru untuk menjaga dirinya tidak terpapar Covid-19 dan tidak menularkan kepada orang lain,” katanya melalui keterangan tertulis.

 Baca juga: 5 Ribu Anak di Bali Terpapar Covid-19, Pemprov Percepat Vaksinasi 12-17 Tahun

Dari hasil survei menunjukkan mayoritas orang tua setuju anaknya divaksinasi. Hal ini menandakan orang tua sadar akan peran dan upaya mereka untuk memperoleh kesehatan dan keselamatan, agar anaknya mendapatkan hak pendidikan nantinya.

Bagi orang tua yang tidak mengizinkan perlu edukasi dan sosialisasi secara baik dan jelas oleh Pemerintah. Dan sekolah, seperti wali kelas punya peran yang sangat tinggi memengaruhi persepsi dan meyakinkan orang tua ini.

Baca juga:  Penting! Rekomendasi IDAI Terkait Vaksinasi Anak dan Remaja

“Kesediaan orang tua mengizinkan anaknya divaksinasi patut diapresiasi, ini merupakan wujud nyata pendidikan bela negara bagi orang tua, apalagi bagi anak,” tutur Satriwan.

Alasan orang tua ragu-ragu dan tidak setuju vaksinasi anak berjumlah 36,7%, 5 alasan tertingginya adalah, sebanyak 72,5% orang tua khawatir vaksinasi akan berdampak buruk pada anak setelah divaksinasi. Sedangkan 5,4% orang tua khawatir tujuan vaksinasi bukan untuk kesehatan.

“5,2 persen anak memiliki penyakit; 4,2 persen orang tua khawatir vaksin tidak halal; 4 persen menurut orang tua vaksin belum teruji; 8,7 persen jawaban lainnya,” imbuhnya.

Pihaknya pun menyayangkan masih ada orang tua yang khawatir vaksinasi anak bukan bertujuan untuk kesehatan. P2G menemukan fakta, seperti ada orang tua yang percaya vaksin berisi chip dari negara tertentu.

“Setelah anak divaksinasi maka chip tersebut akan lekat di tubuhnya. Ada juga yang percaya vaksin haram hukumnya, padahal MUI sudah mengeluarkan fatwa halal,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini