Share

Alasan Peserta Lolos Bidikmisi Perlu Diverifikasi

Yohana Artha Uly, Okezone · Selasa 03 Juli 2018 18:45 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 03 65 1917389 alasan-peserta-lolos-bidikmisi-perlu-diverifikasi-aLnByPQnKG.jpeg SBMPTN (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mencatatkan jumlah peserta bidikmisi yang lolos dalam SBMPTN 2018 mencapai 43.273.

Kendati demikian, angka tersebut masih sebatas 'berpotensi diterima' sebagai mahasiswa bidikmisi. Pasalnya, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) penerima akan melakukan verifikasi kebenaran data ekonomi peserta bidikmisi. Hal ini juga dapat dilakukan dengan kunjungan langsung oleh PTN penerima ke tempat tinggal peserta.

"Jadi yang dipaparkan ini belum tentu diterima. Mereka baru lolos kualifikasi," ujar Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Intan Ahmad di Gedung Kemenristekdikti, Jakarta (3/7/2018).

Pelaksanaan Ujian SBMPTN 2018 di Sejumlah Daerah di Tanah Air 

Pasalnya, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, selain soal kemungkinan peserta mampu membayar biaya kuliah, setiap PTN juga diberikan kewajiban kuota tidak lebih dari 20% jumlah mahasiswa bidikmisi yang diterima dari total mahasiswa baru. Kondisi dana yang dialokasikan kepada PTN tersebut juga menjadi perhitungan.

Baca Juga: Pengumuman SBMPTN 2018, Berikut Nama-Nama yang Lolos

"Di samping itu, kalau yang lolos kualifikasi 100 orang, tapi ternyata dana yang tersedia hanya 50 orang. Meski begitu, kampus-kampus banyak menyiapkan cara untuk tetap memberikan bantuan, ada yang dana dari alumni," jelasnya.

Oleh sebab itu, pihak kampus akan melakukan evaluasi terhadap setiap peserta bidikmisi, apakah berpotensi mendapatkan bantuan atau tidak. Menurutnya, bila memang berpotensi namun dana tak mencukupi, pihak kampus akan mendorong pengadaan dana dari pihak lain.

Pelaksanaan Ujian SBMPTN 2018 di Sejumlah Daerah di Tanah Air 

"Pendidikan itu, pemerintah memang bertanggung jawab. Tapi masyarakat juga harus ikut berpartisipasi. Industri ingin mendapatkan lulusan yang baik, artinya mereka juga harus memberikan bantuan," katanya.

Hingga saat ini, pemerintah mencatatkan terdapat sekitar 340.000 mahasiswa bidikmisi. Adapun, untuk 2018 pemerintah menganggarkan sekitar Rp3,7 triliun kebutuhan mahasiswa bidikmisi. "Angka itu jumlahnya cukup besar," pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menambahkan, jika dalam verifikasi ditemukan peserta bidikmisi yang mampu membayar kuliah, tentunya beasiswa bidikmisi tidak akan diberlakukan bagi peserta tersebut.

"Ini kan angka potensi, nanti kita seleksi lagi. Kalau ada yang ternyata orang kaya, kita geser (tidak bidikmisi)," katanya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini