Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Unpad Terima 2.304 Mahasiswa dari Jalur SNMPTN

Antara , Jurnalis-Rabu, 09 Mei 2018 |15:24 WIB
Unpad Terima 2.304 Mahasiswa dari Jalur SNMPTN
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

BANDUNG - Sebanyak 2.304 calon mahasiswa diterima di Universitas Padjadjaran tahun akademik 2018/2019 melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri.

Direktur Pendidikan dan Kemahasiswaan Unpad, Wawan Hermawan, mengatakan, mahasiswa yang telah diterima diharuskan melaksanakan registrasi administratif pada Rabu di Graha Sanusi Hardjadinata.

Baca Juga: Lewat SBMPTN, 86 Ribu Peserta Bersaing Rebut Kursi Mahasiswa Undip

Kata dia, agar calon mahasiswa yang melakukan registrasi tidak membludak, Unpad telah mempersiapkan meja pelayanan sebanyak 36 buah.

"Kita atur antrean yang masuk ke Grha Sanusi. Satu kali masuk bisa 800 orang. Kita targetkan, 10 sampai 15 menit dia sudah dapat Kartu Tanda Mahasiswa," ujar Wawan kepada wartawan, Rabu (9/5/2018).

Pelaksanaan Ujian SBMPTN 2018 di Sejumlah Daerah di Tanah Air

Registrasi administratif meliputi verifikasi berkas persyaratan yang harus dibawa calon mahasiswa, menetapkan nomor pokok mahasiswa, serta melakukan foto dan cetak kartu tanda mahasiswa.

Calon mahasiswa yang dinyatakan diterima di jalur SNMPTN melakukan pengisian biodata dalam jaringan (online), mengisi survei yang diberikan Unpad serta mengisi berbagai kelengkapan administratif lainnya.

"Calon mahasiswa juga akan diikutsertakan pada keanggotaan BPJS. Ini dilakukan sebagai upaya Unpad dalam memberikan pelayanan maksimal kepada mahasiswa," katanya.

Baca Juga: Ketua SNMPTN & SBMPTN Ravik Karsidi Bicara Peluang Sistem Android di SBMPTN

Dari 2.304 orang, sekitar 400-an calon mahasiswa mendaftar pada program bantuan Bidikmisi. Wawan menjelaskan, pihaknya tengah melakukan verifikasi terhadap pendaftar Bidikmisi. Proses ini bertujuan agar penerima Bidikmisi sesuai dengan hakikatnya Sementara itu, Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Arry Bainus mengatakan, apabila calon mahasiswa tidak melakukan registrasi, maka status kelulusannya dianggap batal.

"Kita membatalkan kelulusannya, karena registrasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) ini hanya satu kali, tanggal 8 Mei ini. Tidak ada tambahan waktu," ujar Arry.

Pelaksanaan Ujian SBMPTN 2018 di Sejumlah Daerah di Tanah Air

Pembatalan ini juga ditetapkan bagi calon mahasiswa yang ketahuan mengikuti ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di hari yang sama. Arry mengatakan, selain status calon mahasiswa dicabut, sekolah asalnya juga akan diberikan sanksi.

"Lulusannya jelas dibatalkan, baik di SNMPTN dan SBMPTN. Karena sudah tidak jujur," katanya.

(Rani Hardjanti)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement