DEPOK - Ketua Panitia Lokal (Panlok) 30 Jakarta, Bambang Wibawarta mengatakan untuk mengatasi kecurangan saat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) panitia pusat telah memberikan pembekalan keterampilan kepada panlok.
Ia menjelaskan saat melaksanakan ujian peserta tidak diperbolehkan membawa sejumlah peralatan seperti jam tangan dan peralatan yang tidak diperlukan dalam ujian.

(Baca Juga: Peserta SBMPTN Keluhkan Soal Ujian Sulit)
"Kami sebagai panitia juga sudah memberikan pembekalan kepada pengawas agar tidak terjadi sejumlah kecurangan. Peserta juga dilarang membawa handpone, jam tangan dan alat lainya yang tidak diperlukan," kata Bambang di Universitas Indonesia, Depok, Selasa (8/5/2018).
Untuk mengantisipasi joki dalam ujian pengawas wajib memeriksa terlebih dahulu dengan mencocokan identitas dan tanda tangan peserta dan itu sudah menjadi standardisasi. Penerapan standard itu dilakukan berdasarkan pengalaman dari SBMPTN sebelumnya. Untuk itu dalam ujian kali ini Panlok lebih memperketat pengawasan.