JAKARTA - Hari ini sebanyak 860.001 peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 mengikuti ujian tulis. Mereka beradu kemampuan, memperebutkan sebanyak 85 PTN di Indonesia.
Angka tersebut menunjukkan universitas negeri di Indonesia banyak diminati. Selain karena popularitas yang cukup menjanjikan juga karena biayanya yang jauh lebih murah ketimbang Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Hal tersebut dikatakan sejumlah Ibu-ibu yang tengah menunggu anaknya menyelesaikan ujian SBMPTN.
Baca Juga: Seleksi SBMPTN di Makassar Diwarnai Mati Lampu hingga Pengawas yang Bolos
Di SMAN 70 Jakarta, salah satu lokasi ujian di SBMPTN di Jakarta, Okezone sempat berbincang dengan sejumlah orang tua mengenai keinginan untuk anak mereka belajar di PTN. Dengan senada mereka menyatakan karena pertimbangan biaya.
Seperti Desi Dewi, salah satu orang tua yang mengaku pertimbangan utama mendorong anaknya ke PTN karena biaya PTS jauh lebih mahal.
"Pastinya murah, dari segi biaya lebih murah dibanding swasta," ujarnya kepada Okezone di SMAN 70 Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Dia menjelaskan, berdasarkan pengalamannya mendampingi anak untuk mencari kuliah, biaya masuk untuk jurusan kedokteran di PTS mencapai kisaran R440 juta hingga Rp700 juta. Sementara untuk biaya semesterannya mencapai Rp35 juta.
"Kalau negeri paling cuma beberapa juta, jauh banget dari swasta," kata dia.
Sementara, untuk jurusan lain di PTS seperti manajemen mencapai Rp8 juta hingga Rp22 juta. "Emang jurusan lain (bukan kedokteran) di PTS jauh lebih murah, tapi tetap saja di negeri yang lebih murah," katanya.
Baca Juga: Perjuangan Kakak-beradik Ikuti SBMPTN di Undip Semarang
Menurutnya, hal yang mempengaruhi biaya kuliah ini adalah jalur tes masuk, bila leat jalur yang semakin akhir di PTN maka akan semakin mahal. Selain itu tingkat akreditas jurusan baik di PTN maupun PTS.
Sementara itu, Suryati, orang tua peserta lainnya menyatakan, selain pertimbangan utamanya karena biaya, juga karena nama PTN yang sudah lebih dikenal.
"Kan murah dari swasta, terus negeri kan juga sudah ada nama baiknya, jadi lebih mudah untuk bisa masuk kerjanya," katanya.

Senada, orang tua lainnya, Sri Nurari mengaku karena pertimbangan biaya. "Jauh lebih murah. Kalau ada yang gratis malah kita inginnya yang gratis," selorohnya.
Tak berbeda, di SMAN 6 Jakarta, lokasi ujian SBMPTN lainnya, orang tua mengaku pertimbangan mereka untuk ke PTN karena biaya yang jauh lebih murah.
"Kan lebih murah, terus ada namanya, ibaratnya cari kerja cepat," menurut Lasmi.
Sementara, Nursana Kusniawati menambahkan, kebutuhan yang tinggi membuat harus lebih perhitungan dalam pembiayaan.
"Kebutuhan kan bukan hanya untuk anak sekolah saja. Selain itu, mereka kan juga butuh vitamin, makanan, dan lain-lain supaya bisa belajar. Jadi kebutuhan biaya besar," ucapnya.
(kmj)
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik