Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Peserta SBMPTN Keluhkan Soal Ujian Sulit

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Selasa, 08 Mei 2018 |11:38 WIB
Peserta SBMPTN Keluhkan Soal Ujian Sulit
Suasana Ujian SBMPTN di SMA 70 (Foto: Yohana/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Tes Kemampuan Dasar Sain dan Teknologi (TKD Saintek) bagian dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 telah selesai. Peserta pun mengaku soal cukup susah untuk dikerjakan.

Seperti peserta yang mengikuti ujian di SMAN 70 Jakarta, salah satu lokasi ujian di SBMPTN di Jakarta.

Benedict Jeremy, peserta SBMPTN yang lulus dari SMAN 80 Jakarta menyatakan, soal-soal Saintek yang dihadapi tak jauh beda dengan simulasi ujian yang diikuti selama ini. Kendati demikian, soal-soal tersebut diakui tetap sulit.

Baca Juga: 74.827 Peserta Ikuti Ujian SBMPTN 2018 di Jakarta

"Pusing, deg-degan. Soalnya sesuai simulasi tapi tetap saja susah," ujarnya sambil berseloroh kepada Okezone di SMAN 70 Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Dia sendiri mengincar Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) di Institut Teknologi Bandung (ITB). Selain itu, mengincar juga jurusan Teknik Lingkungan di Universitas Diponegoro (Undip) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

"Memang ambil ke saintek dan udah belajar cukup lama, kayak dari Maret, ikut-ikut simulasi ujian SBMPTN yang diadakan universitas-universitas juga," jelasnya.

Begini Suasana Pelaksanaan SBMPTN di Sejumlah Daerah

Dia pun mengatakan untuk ujian selanjutnya yakni Tes Kemampuan Potensi Akademik (TKPA), optimis bisa menghadapinya karena tak lebih bergulat dengan angka seperti pada Saintek.

"Optimis yang TKPA ini, pasti sih ini akan lebih gampang, jadi optimis bisa kerjakan jauh lebih baik," ungkapnya.

Senada dengan Benedict, peserta dari lulusan SMAN 18 Jakarta bernama Oni, juga mengaku soal saintek cukup sulit. "Wah iya, begitulah, lumayan sulit soalnya," ungkapnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement