JAKARTA - Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Intan Ahmad mengatakan sistem penilaian baru Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) merupakan hasil kajian yang mendalam.
"Ini sudah mengikuti kajian yang mendalam dan oleh ahli dan itu sesuatu yang dilakukan oleh negara maju agar seleksi mahasiswa menjadi lebih adil," ujar Intan di Jakarta, baru-baru ini.
Menurut dia, dengan sistem penilaian baru tersebut, jika menjawab salah dan tidak menjawab maka nilainya nol lebih adil dibandingkan sistem plus dan minus.
Intan memberi contoh jika perguruan tinggi hanya menerima 200 orang, jika menggunakan sistem penilaian baru akan lebih mudah menentukan siapa yang berhak untuk masuk ke perguruan tinggi negeri tersebut.
"Dengan model penilaian baru tersebut, lebih mudah membedakan dan bisa melihat dengan tajam kemampuan calon mahasiswa satu dengan yang lainnya."