Pemilihan Rektor di Tangan Presiden Akan Timbulkan Masalah Baru

Koran SINDO, · Jum'at 02 Juni 2017 09:32 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 02 65 1705674 pemilihan-rektor-di-tangan-presiden-akan-timbulkan-masalah-baru-wA3rrIKGcS.jpg Foto: Shutterstock

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo secara mengejutkan mengungkapkan rencana pemilihan rektor akan diambil alih oleh Presiden. Politikus PDI Perjuangan itu berdalih ada ideologi selain Pancasila yang mulai merebak di kampus.

Rencana itu pun menuai pro dan kontra. Sejumlah kalangan menilai rencana itu justru mencederai independensi kampus. Rektor UIN Walisongo, Semarang Muhibbin menilai wacana yang dilontarkan Mendagri terlalu terburu-buru. Menurutnya, pemilihan rektor oleh Presiden justru menimbulkan masalah baru. Bisa jadi, rektor yang dipilih tidak sesuai dengan karakteristik kampus tertentu.

"Yang dikhawatirkan rektor baru yang ditunjuk pemerintah itu tidak mendapat simpati dari civitas akademika. Itu tentu menimbulkan suasana tidak harmonis di lingkungan kampus," tuturnya seperti dilansir dari Koran Sindo, Jumat (2/6/2017).

Dia mengingatkan, mekanisme pemilihan saat ini saja sering mengundang kritik. Apalagi jika pemerintah diberikan porsi dominan.

"Penentuan rektor dengan komposisi suara kampus sebesar 65 persen dan menteri 35 persen saja dianggap tidak tepat, ini malah mau diberikan semuanya ke pusat," tuturnya.

Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo mengungkapkan rencana pemerintah menarik kewenangan pemilihan rektor perguruan tinggi ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mekanismenya tetap berada di Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), namun harus melalui pertimbangan Jokowi.

Tjahjo menjelaskan, rencana ini merupakan bagian dari integrasi keputusan politik dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat. Integrasi dimaksudkan untuk menguatkan ideologi Pancasila dan menghindari penyusupan paham-paham radikal ke dunia kampus.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini