JAKARTA - Pemerintah menyelenggarakan rapat terbatas mengenai Optimalisasi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dengan menekankan pemerataan kesempatan pendidikan bagi masyarakat pelosok Indonesia.
"Pertama, sebagai instrumen pemerataan kesempatan bagi anak-anak bangsa yang berprestasi di seluruh pelosok Tanah Air, terutama yang berasal dari daerah-daerah tertinggal dalam memperoleh pendidikan tinggi," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka rapat tersebut di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (7/2/2017) terkait penekanan optimalisasi LPDP.
Menurut Jokowi, sejumlah program yang dapat dioptimalkan yaitu program beasiswa, pendanaan riset dan layanan rehabilitasi infrastruktur pendidikan.
Ia juga meminta investasi pendidikan sesuai dengan prioritas pembangunan negara.
"Itu artinya program beasiswa LPDP harus betul-betul fokus untuk menghasilkan SDM yang berkualitas dalam bidang keilmuan yang menjadi unggulan dan prioritas kita, baik di sektor maritim dan kelautan, sektor energi, sektor pangan, serta sektor industri manufaktur, sampai dengan pengembangan ekonomi kreatif," katanya.
Optimalisasi program LPDP, jelas Jokowi, juga ditujukan untuk memberi kesempatan lebih luas kepada masyarakat Indonesia untuk mendapatkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi pada saat melimpahnya bonus demografi usia produktif 3 hingga 13 tahun mendatang.
Tingkat SDM yang berkualifikasi tamat pendidikan tinggi di Indonesia, menurut Jokowi, tercatat hanya 7,2 persen. Indonesia masih tertinggal dibanding beberapa negara Asia lainnya dalam jumlah SDM berkualifikasi pendidikan tinggi.