Share

Uniba Berhasil Budidaya Ulat Sutra Pemakan Daun Singkong

Bramantyo, Okezone · Selasa 20 September 2016 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 20 65 1493799 uniba-berhasil-budidaya-ulat-sutra-pemakan-daun-singkong-AQdgw7CY2M.jpg Foto: Bramantyo/Okezone

SOLO - Ulat sutra yang biasanya memakan daun murbei kini dibudidayakan dengan memakan daun singkong. Dan hasilnya mampu menghasilkan serat dan dipintal menjadi kain sutra yang kualitasnya sama bagusnya dengan ulat sutra pemakan daun murbai.

Hal itu merupakan hasil pengembangan tim riset Universitas Islam Batik (Uniba) Surakarta. Tim yang terdiri dari beberapa ahli di antaranya ahli pertanian, ahli Entomologiest (serangga), pakar pertanian, dan kewirausahaan ini melakukan uji coba dan penelitian hampir tiga tahun lamanya. Dimulai pada tahun 2014 hingga 2016.

Tri Murti yang juga ketua tim penelitian menjelaskan, penerapan Iptek berbasis riset dalam pengembangan budidaya ulat sutra (samia chyntiarichini, boisd) pemakan daun singkong secara terpadu di Jawa Tengah mendapat dana dari Kemenristekdikti.

Tim peneliti yang diketuai Dra. Trimurti, MM, Dosen Ilmu Ekonomi Unisba Surakarta itu menggandeng ahli pertanian, ahli Entomologiest (serangga), pakar pertanian, kewirausahaan, serta para ahli lainya. Penelitian yang masuk dalam program Hi-Link Dit Litabmas Dikti dengan lingkup program.

"Tim ini bekerja sama melakukan penelitian budidaya ulat sutra pemakan daun singkong dari awal pembibitan sampai produksi tenun," paparnya di Solo Jawa Tengah, baru-baru ini.

Tujuan penelitian lanjut Trimurti, untuk mengembangkan model kerjasama penerapan teknologi berbasis penelitian antara Uniba, Pemda Wonogiri dan Kagosi sebagai industri mitra.

Pasalnya dengan adanya budidaya ulat sutra pemakan daun singkong yang dikembangkan di wilayah Wonogiri diharapkan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat. Dengan begitu, ekonomi masyarakat jauh lebih baik jika mampu meningkatkan produktifitas petani, kualitas, kapasitas produksi pertanian.

Dihubungi terpisah, salah satu tim peneliti ahli serangga, Sulistyowinarno menjelaskan ulat sutra pemakan daun singkong pertama kali dibawa dari China oleh Prof.Solahudin dari UNS Surakarta.

"Rencananya bibit ulat sutra tersebut sebenarnya akan diteliti di kampus UNS, namun batal dilakukan," ungkap Sulistyo Winarno.

Akhirnya, lanjut Sulistyo Winarno, dialihkan pada peneliti Uniba. Hasilnya sangat bagus sekali saat mengembangkan ulat sutra pemakan daun singkong di daerah bersuhu dingin, hasil kokon ulat sutra cepat di serang jamur.

Selain proses budidaya, tim riset juga merubah kokon ulat sutra dipintal menjadi benang dan selanjutnya ditenun dengan alat tenun tradisional berupa alat tenun bukan mesin (ATBM).

"Prosea budidaya dilakukan di Desa Jeblok, Karangtengah, Wonogiri," pungkasnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini