Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Joki SBMPTN 2016, Unhas Terancam Kena Sanksi

Neneng Zubaidah , Jurnalis-Rabu, 01 Juni 2016 |15:25 WIB
Joki SBMPTN 2016, Unhas Terancam Kena Sanksi
Ilustrasi: suasana ujian tulis SBMPTN CBT. (Foto: Afriani S/Okezone)
A
A
A

SURABAYA - Universitas Hasanuddin (Unhas) terancam tidak bisa lagi menjadi lokasi ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Sebab lebih dari sekali ditemukan kasus perjokian di kampus negeri Makassar itu.

Ketua Panitia SNMPTN-SBMPTN 2016 Rochmat Wahab mengakui, tidak hanya pada tahuni ini ditemukan kasus perjokian pada seleksi mahasiswa baru di Unhas. Karena sudah berkali-kali, Rochmat menyebut Unhas menjadi lokasi yang paling rentan dimasuki para joki. Melihat kondisi ini Rochmat menyatakan, panitia mempertimbangkan agar Unhas tidak bisa lagi menjadi lokasi ujian SBMPTN di tahun mendatang.

Diketahui, pada 2009 13 joki SNMPTN yang merupakan mahasiswa ITB ditangkap di Unhas. Pada 2013 lalu 600 mahasiswa Unhas terdiskualifikasi di SBMPTN karena melakukan kecurangan. Pola jawaban mereka sama setelah diidentifikasi dengan software berteknologi tinggi. Pada 2015 lalu mahasiswi jurusan sastra Prancis Unhas tertangkap basah menjadi joki karena foto yang berbeda di kartu peserta.

"Kami akan pertimbangkan (sanksi Unhas tidak bisa lagi jadi lokasi ujian). Nanti kami akan berbicara dengan majelis (MRPTNI) untuk menyepakati bagaimana solusi dari kasus ini,” katanya usai mengunjungi lokasi ujian SBMPTN di kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu (1/6).

Diketahui satu calon mahasiswa baru ditangkap saat mengikuti ujian SBMPTN 2016 di Unhas, Selasa (31/5). Peserta yang ditangkap adalah seorang perempuan saat mengikuti ujian di fakultas MIPA Unhas.

Perempuan itu mengaku membayar uang muka Rp50 juta dan akan diberi kunci jawaban melalui SMS. Jika lulus maka harus menambah Rp200 juta kepada para pejoki itu.

Rochmat mengungkapkan, Unhas juga akan diberikan teguran oleh panitia sebagai tanda panitia tidak ingin membiarkan kasus ini terulang di kampus lain. Teguran juga akan diberikan kepada salah satu kampus di Semarang yang membuka seleksi mandiri padahal ujian SBMPTN 2016 belum selesai.

"Kami akan beri peringatan untuk menjadi perhatian lainnya. Karena jika tidak diingatkan akan berimbas ke perguruan tinggi yang lain. Sebab kasus ini multiplier effect sehingga Unhas akan kami tegur," tegasnya.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement