JAKARTA - Memang tidak mudah untuk bisa diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), misalnya melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016. Selain seleksinya yang ketat, para siswa juga harus berkompetisi dengan mahasiswa lainnya dari seluruh Indonesia. Tidak jarang, para siswa ini coba mengatur strategi dalam memilih jurusan dan kampus yang ditujunya.
Salah satu peserta SBMPTN 2016, Mirzana Maharani Lazuardini, mengaku, gagal pada SNMPTN 2016 karena hanya memilih satu kampus negeri favorit.
"Awalnya aku pilih UI, tapi karena jurusan yang kuminati banyak peminatnya, jadi pilih PTN lainnya di SBMPTN 2016," ungkap Dini kepada Okezone di UI Salemba, Selasa (31/6/2016).
Selain itu, peserta SBMPTN 2016 lainnya yaitu Marleve Christina Saragih juga tidak berharap pada PTN yang biasanya menjadi incaran para mahasiswa. "Aku pilih UPN Veteran. Karena kalau mau pilih PTN favorit takut putus asa duluan. Apalagi yang memilih kampus favorit pasti lebih pintar-pintar juga," ujarnya.
Marleve tidak terlalu peduli apakah dia akan diterimanya di PTN atau tidak. Kuliah di kampus swasta pun tidak akan menjadi masalah. Sebab, tujuan utamanya adalah kuliah mengambil jurusan Hubungan Internasional.
"Karena cita-citaku menjadi diplomat, maka aku ambil jurusan HI atau Hukum. Nah, kalau aku pilih PTN favorit, jurusan-jurusan itu juga sudah banyak yang mendaftar dan pasti akan lebih sulit lagi untuk bersaing," tambahnya.(afr)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik