Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menristekdikti Klaim SBMPTN 2016 Tanpa Masalah

Taufik Budi , Jurnalis-Selasa, 31 Mei 2016 |15:27 WIB
Menristekdikti Klaim SBMPTN 2016 Tanpa Masalah
Menristekdikti M Nasir menyampaikan keterangan pers usai meninjau pelaksanaan SBMPTN 2016 di Undip, Semarang. (Foto: Taufik Budi/Okezone)
A
A
A

SEMARANG - Menristekdikti M Nasir mengklaim pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 berjalan lancar. Setelah memantau pelaksanaan ujian di Unnes dan Undip Semarang Jawa Tengah, semua naskah soal dipastikan masih tersegel sehingga tidak ada indikasi kebocoran.

"Selama perjalanan pemantauan mulai tadi pagi Unnes dan sekarang di Undip, semua berjalan dengan baik dan tanpa masalah. Naskah soal SBMPTN 2016 diikat dengan segel sehingga tidak ada kecurigaan kebocoran," ujar Nasir usai meninjau pelaksaan SBMPTN di Undip, Selasa (31/5/2016).

Selain itu, kata Nasir, pelaksanaan SBMPTN 2016 di berbagai daerah, termasuk Universitas Cendrawasih (Uncen) Papua, juga tanpa kendala. Laporan tersebut dia dapatkan dari penyelenggara SBMPTN 2016 di Uncen.

Mantan Rektor Terpilih Undip itu menyatakan telah memberi pesan khusus kepada Panitia SBMPTN 2016 untuk mengantisipasi segala kemungkinan kebocoran soal. Selain itu, kasus perjokian yang tahun lalu terjadi di Solobdan Makassar juga diharapkan tak terulang.

"Jangan sampai terjadi perjokian atau kebocoran soal pada SBMPTN 2016. Kalau terjadi perjokian harap segera diproses (hukum). Ini urusan pidana. Pengalaman tahun lalu terjadi perjokian di Solo dan Makassar dan sudah diproses sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.

SBMPTN 2016 diikuti 721.314 alumni SMA dan sederajat. Mereka bertarung memperebutkan satu dari 99.223 kursi di 78 kampus negeri melalui ujian tertulis.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement