JAKARTA – Perguruan tinggi negeri (PTN) masih menjadi primadona bagi sebagian besar pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan kuliah. Tak heran, peminat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tak pernah sepi peminat. Alih-alih hanya diikuti oleh siswa yang baru lulus SMA atau sederajat, jalur ini juga memberi kesempatan kepada lulusan sebelumnya untuk masuk ke kampus impian.
Kendati demikian, tak semua lulusan dari tahun sebelumnya bisa seenaknya mendaftar, tetapi ada ketentuan yakni maksimal dua tahun sebelumnya. Jadi hanya lulusan 2014 dan 2015 yang diberi kesempatan lagi untuk mengikuti SBMPTN 2016.
"Para lulusan itu juga wajib sudah memiliki ijazah SMA atau sederajat," ucap Ketua Panita SBMPTN 2016, Rochmat Wahab, belum lama ini.
Sedangkan bagi siswa yang lulus tahun ini, kata Rochmat, harus memiliki surat keterangan lulus pendidikan menengah, baik SMA, MA, SMK, MAK, atau setara. Namun, hal tersebut tidak termasuk hasil ujian nasional (UN) mengingat sejak tahun lalu UN tak lagi menjadi penentu kelulusan siswa.
"Syarat berikutnya sehat, sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran program studinya," tuturnya.
Bagi peserta yang memilih SBMPTN berbasis komputer atau CBT, peserta hanya bisa mengambil saintek atau soshum. Sehingga bagi peserta SBMPTN campuran hanya bisa mengikuti tes tertulis atau paper based test (PBT).
"Pelaksanaan SBMPTN CBT dilakukan di hari yang sama dengan PBT pada 31 Mei 2016. Hal ini kami putuskan lantaran menghindari kegaduhan yang tidak diharapkan. Kami ingin berhati-hati dalam melaksanakan SBMPTN ini," tandasnya.
Ikuti try out online SBMPTN 2016 Okezone di laman: tryout.okezone.com pada 25 April-10 Mei. Ada hadiah menarik bagi peserta dengan nilai tertinggi, lho!
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik