Advertisement
Advertisement

Mendikbud: Pemda Jangan Paksa Sekolah Gelar UNBK

Antara , Jurnalis-Kamis, 31 Maret 2016 |15:07 WIB
Mendikbud: Pemda Jangan Paksa Sekolah Gelar UNBK
Mendikbud Anies Baswedan. (Foto: dok. Antara)
A
A
A

SERANG - Tahun ini, sekolah penyelenggara ujian nasional berbasis komputer (UNBK) bertambah signifikan dari tahun lalu. Meski demikian, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menegaskan, pemerintah daerah jangan memaksakan semua sekolah harus melaksanakan UNBK karena tidak semua sekolah memiliki fasilitas komputer.

"Tujuannya bukan UNBK. Tujuannya belajar memanfaatkan komputer. Jadi jangan yang dituju seratus persen UNBK, tapi seratus persen komputer bisa dipakai untuk belajar," kata Mendikbud Anies Baswedan saat mengunjungi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Dunia di Kota Serang, seperti dilansir Antara, Kamis (31/3/2016).

Anies mengatakan, pemerintah tidak memiliki target semua sekolah harus melaksanakan UNBK, karena ujian bisa dilaksanakan dengan cara berbasis kertas atau paper based test (PBT). Dengan begitu, pemerintah daerah tidak perlu membeli komputer untuk pelaksanaan ujian nasional (UN).

"Jadi saya selalu bilang, pemda-pemda jangan belanja komputer buat UN, kemahalan. UN bisa pakai kertas. Tapi kalau beli komputer dipakai untuk belajar, dipakai untuk mengakses informasi, yang di akhir tahun bisa dipakai buat UN," kata Anies sebelum menghadiri pencanangan Gerakan Indonesia Membaca di Kabupaten Lebak.

Anies juga menambahkan, sekolah yang belum memiliki komputer tidak perlu memaksakan diri mengikuti UN dengan sistem UNBK. Apalagi jika sampai harus membebani orangtua murid mengadakan iuran untuk membeli komputer di sekolah anak-anaknya.

"Kita tidak ingin ada orangtua harus iuran, kita tidak ingin masyarakat dibebani hanya karena ingin ujiannya pakai komputer. Karena yang butuh pakai kompuer itu belajarnya, bukan ujiannya. Jadi tidak ada target harus dan kapan seratus persen UNBK," kata Anies menegaskan.

Mantan Rektor Universitas Paramadina ini meminta para siswa belajar dan menjaga kesehatan untuk menghadapi UN yang akan dimulai 4 April mendatang.

"Belajar yang serius dari pagi, siang dan sore. Malam tidur yang cukup, jadi supaya badannya selalu sehat. Dan nanti menjelang UN, malam-malam tidak usah belajar lagi, karena belajarnya cukup sekarang," kata Anies.

Mendikbud juga meminta media bisa ikut membantu menyadarkan masyarakat terkait pendidikan. Sehingga masyarakat memiliki kesadaran untuk tidak melihat pendidikan itu sekadar soal ujian. Sebab hal yang lebih penting dalam pendidikan adalah prosesnya.

"Kita kalau mau ujian baru ramai-ramai membicarakan pendidikan. Justru proses pendidikan itu jauh lebih penting, yang 11 bulan itu. Pendidikan adalah prosess penumbuhan kreativitas, proses penumbuhan karakter, proses penumbuhan komunikasi dan lain-lain. Itu yang harus jadi konsentrasi," tandasnya.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement