SURABAYA – Tim Cyber Crime Polda Jawa Timur diterjunkan untuk mengawasi proses Ujian Nasional (UN) 2016 SMA/sederajat yang digelar pada awal April. Tim ini dikerahkan untuk memantau kecurangan yang terjadi saat berlangsungnya UN, terutama terkait jual-beli kunci jawaban.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, Tim Cyber Crime Polda Jatim akan diterjunkan memantau jalannya UN agar tidak terjadi kecurangan. Pasalnya, UN saat ini tidak berbasis kertas melainkan computer based test (CBT).
"Ada unit Cyber Crime yang disiagakan. Nanti kalau ada kecurangan-kecurangan di situ. Selain itu, kami juga menunggu laporan-laporan dari sekolah untuk kemudian ditindaklanjuti," kata Argo, Selasa (29/3/2016).
Ia menjelaskan, dalam UN banyak terjadi modus kecurangan. Para oknum itu bukan hendak menggagalkan UN, melainkan mengeruk keuntungan di momentum ini. Salah satunya adalah jual-beli kunci jawaban.
"Kadang-kadang sekolah kepingin anaknya lulus semua. Nah, ini kadang-kadang membantu apa dan sebagainya. Kalau bisa kita secara transparan dan objektif," tambahnya.