Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kesalahan Sekolah Penyebab Siswa Gagal SNMPTN

Iradhatie Wurinanda , Jurnalis-Rabu, 09 Maret 2016 |09:03 WIB
Kesalahan Sekolah Penyebab Siswa Gagal SNMPTN
Ilustrasi Foto: dok. Okezone.
A
A
A

JAKARTA - Belakangan ini muncul petisi 'Selamatkan Angkatan 2016 dari Kesalahan Sistem SNMPTN' melalui laman Change.org. Para pendukung petisi itu menyebut, banyak siswa yang sebenarnya layak mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), namun tak diberi kesempatan lantaran sistem yang diberlakukan oleh panitia seleksi.

Menanggapi petisi tersebut, Ketua Umum SNMPTN 2016, Rochmat Wahab mengungkapkan, perlu ditelusuri penyebab siswa gagal menjadi peserta SNMPTN. Menurut dia, kesalahan bisa terjadi baik dari sekolah maupun siswa.

"Dugaannya sekolah-sekolah tersebut tidak mengikuti rambu ketika melakukan pengisian data sehingga terjadi kesalahan kolektif yang menyebabkan siswa tak bisa ikut SNMPTN 2016," ujarnya dihubungi Okezone.

Sebagai panitia seleksi, pihaknya hanya bertugas menerima data yang masuk. Tetapi, urusan penyeleksian diserahkan kepada sistem yang sudah disesuaikan, baik untuk kurikulum KTSP 2006 juga kurikulum 2013.

"Sekolah yang punya kelas akselerasi beberapa ada yang memangkas jam pelajaran atau SKS. Itu tidak diperkenankan. Silahkan saja mau lulus cepat, tetapi aturan jumlah jam dan SKS harus sama. Buktinya siswa akselerasi lainnya juga tidak masalah. Itu karena mereka mematuhi rambu yang diberikan," paparnya.

Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu menuturkan, bahkan terdapat sekolah yang secara terbuka mengaku lupa memasukkan dua mata pelajaran saat mengisi PDSS. Atas keteledoran tersebut, Rochmat tak mau memberikan kesempatan lagi lantaran batas waktu pengisisan PDSS sudah ditutup sejak 21 Februari 2016 lalu.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement