Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rektor UI: SNMPTN Sebaiknya Dihapus

Neneng Zubaidah , Jurnalis-Senin, 07 Maret 2016 |20:01 WIB
Rektor UI: SNMPTN Sebaiknya Dihapus
Ilustrasi Foto: dok. Okezone.
A
A
A

JAKARTA - Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) memberi kesempatan siswa SMA/sederajat mendaftar ke kampus negeri tanpa ujian tulis. Seleksi dilakukan dengan melihat rekam akademis siswa selama di sekolah, termasuk prestasi kokurikuler.

Seleksi ini dianggap tidak transparan lantaran banyak siswa dengan nilai baik tidak masuk pemeringkatan siswa yang layak mendaftar SNMPTN 2016. Bahkan ribuan orang menandatangani petisi yang mempertanyakan transparansi seleksi pada jalur undangan tersebut.

Rektor Universitas Indonesia (UI) Muhammad Anis menilai, sebaiknya SNMPTN dihapus. Dia lebih memilih ujian tulis karena siswa lebih bebas berkompetisi masuk kampus negeri.

Banyak masyarakat yang mengeluhkan soal transparansi, kata Anis, menjadi salah satu penyebabnya. Selain itu, jika kuota SNMPTN 2016 turun menjadi 40 persen, maka tahun depan harus ada pemaksaan kembali kepada Kemristekdikti untuk menurunkan lagi kuota tersebut.

"Saya sih lebih senang dengan ujian tulis daripada undangan. Dari dulu saya sudah teriak-teriak kalau kuota SNMPTN 50 persen itu terlalu tinggi," jelasnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement