Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pantang Ciut Meski Kuliah di Negeri Rawan

Rifa Nadia Nurfuadah , Jurnalis-Selasa, 19 Januari 2016 |07:07 WIB
Pantang Ciut Meski Kuliah di Negeri Rawan
Pasukan Turki di Irak. (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Setiap tahun, jutaan pelajar Indonesia merantau ke berbagai negara demi menuntut studi. Tidak hanya negara tetangga, sebagian dari mereka memilih negara-negara yang dikenal rawan dan sedang berkonflik.

Meski sadar akan berbagai risikonya, nyali pelajar Indonesia ini tidak ciut. Mutu pendidikan dan spesifikasi keahlian berbagai kampus di negara itu menjadi salah satu alasan mereka tetap menuntut ilmu di sana.

Berdasarkan penelusuran Okezone, setidaknya ada empat negara yang cukup rawan karena berbagai hal bagi pelajar internasional, termasuk Indonesia.

India

Sejak 2013, India dihiasi berbagai konflik berupa perang saudara maupun kisruh politik. Pada 2014, 976 orang dikabarkan tewas akibat konflik tersebut.

Tidak hanya itu, India juga dikenal rawan akan tindakan kekerasan seksual. Salah satu kasus yang paling menyita publik adalah pemerkosaan disertai kekerasan seorang mahasiswi di dalam bus oleh sekelompok pria. Korban pemerkosaan akhirnya meninggal dunia karena luka-luka yang dideritanya amat parah.

Turki

Saat ini Turki sedang berkonflik dengan beberapa negara, di antaranya Rusia dan Irak. Konflik Rusia dan Turki ditandai dengan insiden ditembak jatuhnya jet tempur Sukhoi Su-24 Rusia oleh pesawat F-16 milik Angkatan Udara (AU) Turki pada 24 November 2015. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membela tindakan AU-nya dan menganggap jet tempur Su-24 Rusia telah melanggar kedaulatan wilayah udara Turki serta mengabaikan 10 kali peringatan yang telah disampaikan AU Turki. Sejak saat itu, potensi perang terbuka lebar.

Selain dengan Rusia, Turki juga terlibat konflik dengan Irak. Pemerintah Turki menempatkan pasukan mereka dalam jumlah besar di Irak. Menurut Perdana Menteri (PM) Irak Haider Al Abadi, agresi yang dilakukan Angkatan Militer Turki merupakan sebuah pelanggaran berat terhadap wilayah kedaulatan Irak. Bahkan, pengiriman ratusan prajurit Turki ke wilayah Mosul itu dinilai dapat langgar hukum internasional.

Rusia

Seperti halnya Turki, perang saudara menghiasi perjalanan kenegaraan Rusia. Sepanjang 2014, Rusia berkonflik dengan Ukraina memperebutkan salah satu wilayah, Krimea. Bahkan, konflik bersenjata ini ditengarai menjadi penyebab jatuhnya pesawat Malaysian Airlines MH17 karena ditembak rudal Rusia.

Konflik paling hangat dan masih berlangsung adalah dengan Turki. Insiden ditembak jatuhnya Sukhoi Rusia oleh Turki membuat pecahnya hubungan kedua negara yang sedianya saling membutuhkan. Berbagai dampak pun bermunculan pasca-terjadinya insiden itu. Mulai meningkatnya aktivitas militer Rusia-Turki di perbatasan Suriah, rusaknya hubungan bilateral kedua negara di berbagai sektor, hingga sanksi ekonomi yang dijatuhkan Rusia kepada Turki.

Mesir

Konflik perang saudara di Mesir berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Pada 2013, militer Mesir membantai ratusan warga sipil. Aksi kekerasan ini membuat Presiden Indonesia kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono didesak agar menentukan sikap atas hubungan diplomatis kedua negara dan segera menarik duta besar Indonesia untuk Mesir.

Pada 2014, kerusuhan pecah di Kairo setelah Presiden Hosni Mubarak dibebaskan atas semua tuduhan korupsi dan pembantaian massal yang dilakukannya sepanjang revolusi pada 2011. Tahrir Square yang dianggap simbol perjuangan pun terpaksa ditutup oleh Pemerintah Mesir menyusul semakin memburuknya situasi keamanan di Kairo.

Mau tahu cerita para mahasiswa Indonesia yang sedang menjalani studi di negara rawan dan berkonflik? Simak liputannya di Kampus Okezone. (bersambung)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement