JAKARTA - Guru yang ramah dan lemah lembut biasanya menjadi favorit para siswa. Nah, paras cantik bisa menjadi alasan seorang guru dijadikan idola anak-anak didiknya.
Astri Nuansari Halimah, seorang guru kimia di SMA International Islamic High School (IIHS) Jakarta menjadi perhatian muridnya lantaran memiliki wajah rupawan. Tak hanya itu, perempuan berkerudung tersebut juga dikenal dekat dengan siswa, baik dalam urusan akademis maupun nonakademis.
"Saya lulusan Universitas Padjadjaran (Unpad) Jurusan Kimia. Tapi, passion saya jadi guru. Selain waktu yang lebih fleksibel, menjadi guru itu tidak monoton karena bertemu dengan anak-anak dengan karakter yang berbeda. Jadi tak sekadar mengurus berkas-berkas seperti pegawai kantoran," ujarnya saat berbincang dengan Okezone, Jumat (27/11/2015).
Diakui Astri, selama enam tahun mengajar dia memiliki banyak penggemar dari kalangan siswanya. Namun, hal itu dia anggap sebagai bentuk perhatian.
"Mereka sering komentar. Misalnya kalau pakai baju cocok atau tidak. Ada juga yang memuji alis saya bagus. Ya, tentang penampilan sehari-hari," tuturnya.
Selain memuji, rupanya Astri juga kerap mendapat kritik dari murid-muridnya. Misalnya saja, kata dia, saat memakai kerudung yang membuat wajahnya terlihat bulat, anak-anak langsung protes dengan kritis.
"Ya setelah itu saya jadi tidak pakai model kerudung seperti itu," ucapnya.
Pehobi menyanyi itu menambahkan, dia ingin menjadi sosok guru yang menyenangkan. Misalnya, dengan tidak pernah bosan meladeni pertanyaan siswanya tentang materi pelajaran yang belum mereka pahami.
Wanita yang pernah mengikuti program overseas di Kanada ini mengakui, menjalani profesi guru membuat dia terus belajar. Sebab, guru berperan penting dalam memberikan teladan kepada anak didiknya, sehingga harus tampak baik di mata mereka.
"Guru itu tak hanya mengajar, tapi juga memberi contoh sehingga harus tampak cantik luar dalam di hadapan siswa. Anak-anak sekarang kan beda dengan dulu, mereka sangat kritis sampai penampilan gurunya juga dikomentari," terangnya.
Meski diidolakan para murid, Astri tetap memberi batasan kepada anak didiknya. Selama proses belajar di kelas, dia bisa menempatkan kapan harus tegas dan santai. Astri menegaskan, setiap siswa harus menaati tata tertib yang berlaku.
"Tapi kita harus tahu, karakter anak itu berbeda-beda. Jadi pintar-pintar saja memposisikan diri dan bangun citra bahwa guru bukan untuk ditakuti, apalagi sampai membuat siswa tertekan," sebutnya.
Salah satu pengalaman mengajar berkesan yang pernah dirasakan, ungkap Astri, yaitu saat sedang ulang tahun. Pasalnya, waktu itu dia mendapatkan kejutan dari muridnya hingga membuat dirinya terharu.
"Kuenya itu bukan tart, tapi dari jajanan, seperti wafer dan biskuit yang disusun. Sebelumnya ada tiga anak yang tidak hadir di kelas sampai buat saya sedikit kesal. Tapi tiba-tiba mereka masuk memberi kejutan sambil bawa kue dan kertas-kertas ucapan," pungkas perempuan yang juga suka berbisnis tersebut.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik