BENGKULU - Semasa sekolah, Beladiena Citra Siregar, mencatatkan prestasi akademis yang gemilang. Bahkan, dia dinobatkan sebagai lulusan terbaik SMAN 8 Kota Bengkulu.
Nyatanya, hal itu tidak cukup membuat Bela lulus dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2015. Dia memilih Fakultas Kedokteran Universitas Bengkulu (Unib) sebagai kampus tujuan. Ironisnya, rekan teman sekelas Bela yang meraih nilai lebih rendah lulus dalam SNMPTN Unib.
Tidak terima dengan kondisi tersebut, Bela pun melapor ke Kantor Perwakilan Ombudsman Bengkulu.
''Saya merasa diperlakukan tidak adil. Total nilai rapor saya dari semester I hingga semester V lebih tinggi dan grafiknya naik terus,'' kata Bela, Kamis (6/8/2015).
Bela menjelaskan, dia melapor untuk mengetahui letak kesalahannya sehingga tidak ada lagi siswa berprestasi yang kecewa karena tidak lulus SNMPTN. Sebagai bukti, Bela pun melampirkan dokumen rapor dan prestasi akademisnya dari semester I hingga V serta berkas pendukung lainnya.
''Saya hanya minta tanggungjawab panitia agar saya diperlakukan adil, karena dalam aturannya disebutkan SNMPTN dilaksanakan berdasarkan prinsip adil, akuntabel, dan transparan,'' jelas mantan Ketua Osis SMA Negeri 8 Kota Bengkulu ini.
Secara terpisah, Kepala Ombudsman RI Bengkulu, Herdi Puryanto, mengatakan, dari ombudsman sendiri akan menemui pihak panitia lokal SNMPTN guna mengetahui secara persis prosedur dan tata cara penerimaan mahasiswa. "Kamiakan pelajari dulu laporan itu. Dalam waktu dekat kami akan menemui pihak panitia seleksi ataupun memanggil pihak panitia lokal Unib,'' terang Herdi.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik