IPB Tawarkan Kawasan Pedestrian Bogor City Walk

ant, · Kamis 18 Juni 2015 09:44 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 18 65 1167293 ipb-tawarkan-pedestrian-bogor-city-walk-dWTe1fRvOG.jpg

BOGOR - Tujuh mahasiswa program magister PS arsitektur lanskap SPs Institut Pertanian Bogor (IPB) menawarkan penataan pedestrian dengan konsep Bogor City Walk: menuju pedestrian yang nyaman, tertata dan pas. Penawaran itu dilakukan di depan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dalam expose hasil studi di Balai Kota.

Guru Besar bidang ekologi dan manajemen lanskap Fakultas Pertanian IPB Hadi Susilo Arifin menjelaskan, Bogor City Walk : menuju pedestrian yang nyaman, tertata dan pas, merupakan hasil studi tujuh mahasiswa mata kuliah pengelolaan lanskap berkelanjutan IPB.

"Tujuh mahasiswa IPB melakukan riset di lima koridor pejalan kaki yang ada di pusat Kota Bogor yakni di Jalan Kapten Muslihat, Jalan Nyi Raja Permas, Jalan Dewi Sartika, Jalan Juanda, dan Jalan Pengadilan," katan Prof Hadi.

Prof Hadi menjelaskan, dari hasil studi tersebut, poin yang ingin disampaikan kepada Pemerintah Kota Bogor adalah pemanfaatan dan pengembangan trotoar sebagai jejaring hijau ekologis.

Menurutnya, dalam manajemen lanskap diarahkan koridor pejalan kaki didesain dan dikelola secara harmonisasi dengan wahana ruang terbuka hijau meliputi jalur tanaman berupa pohon, perdu, semak, herba, dan rumput serta ruang terbuka biru seperti kolam taman, air mancur dan selokan.

"Pedestrian dengan konsep ini fungsi dan kenyamanan tidak hanya bagi manusia pengguna jalan, tetapi bagi makhluk hidup lainnya, yakni vegetasi, dan satwa liar kota seperti burung, serangga, kupu-kupu, capung, tupai, bunglon dan ikan," katanya.

Lebih lanjut dijelaskannya, sebagai ecological green network, koridor pedestrian track, ini diharapkan menjadi penghubung di antara ekosistem-ekosistem RTH/RTB yang sambung menyambung.

"Hal ini bisa memberikan dinamika dan gerakan manusia yang lebih mudah, aliran energi atau massa lebih lancer," katanya.

Beberapa rekomendasi penataan jalur pedestrian ini disampaikan ke Wali Kota Bogor untuk terwujudnya jalur pedestrian yang nyaman, tertata, dan pas serta mendukung konsep jejaring ekologis.

"Beberapa rekomendasi yang disampaikan pada jalur pedestrian, desain dan jenis tanaman pada setiap segmen jalan," katanya.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menilai rekomendasi hasil studi mahasiswa IPB memberikan masukan kepada Pemkot Bogor dalam menata pedestrian.

Menurutnya, ada beberapa permasalahan dalam penataan pedestrian di Kota Bogor, belajar dari pengalaman Kota Bandung dalam menata kawasan pedestrian, beberapa catatan yang ingin dikoreksinya.

"Yang pertama, pedestrian model apa yang cocok di Kota Bogor, ini disesuaikan dengan kota hujan, tingkat kelembaban tinggi dan kering juga tinggi. Jangan sampai batu-batu pedestrian rusak setiap tahun diperbaiki," kata Bima.

Catatan lainnya, lanjut Bima, adalah jenis tanaman apa saja yang cocok dijadikan pagar tanaman untuk pedestrian di Kota Bogor dan bagaimana merawat taman yang baik dan benar.

"Jadi ada tiga catatan yang ingin saya tahu jawabannya, pemilihan tanaman seperti apa, kualitas bahan yang cocok untuk pedestrian di Kota Bogor seperti apa, apa ada kajian merawat pedestrian agar tidak cepat hancur," katanya.

Dalam ekspose hasil studi mahasiswa IPB, turut hadir menyaksikan pemamaran Ketua TP4 Yayat Supriatna, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamana Irwan Riyanto, Kepala DLLAJ Achsin Prasetyo, dan Kepala Kantor Wasbangkim, Boris.

(MSR)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini