Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bikin Presiden Terkejut, Jawaban Siswa SMA Tak Perlu Ditanggapi Serius

Afriani Susanti , Jurnalis-Selasa, 05 Mei 2015 |12:14 WIB
Bikin Presiden Terkejut, Jawaban Siswa SMA Tak Perlu Ditanggapi Serius
Presiden Joko Widodo. (Foto: antara)
A
A
A

JAKARTA - Ada cerita unik ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Klaten, Jawa Tengah. Kala itu, salah satu siswa SMA, AN, menolak saran orang nomor satu di Indonesia tersebut untuk menambah jam belajarnya.

Presiden Jokowi bertanya kepada AN, jam berapa biasanya dia belajar. AN menjawab bahwa dia belajar sejak lepas Maghrib hingga pukul 22.00 WIB setiap harinya. Karena dinilai waktu belajar AN kurang lama, Presiden Jokowi pun menyarankan agar AN menambah waktu berlajarnya hingga pukul 23.00 WIB.

Saran itu ditolak mentah-mentah oleh AN. "Kalau sampai lama begitu ya nanti saya bisa stres Pak," ujar AN.

Jawaban AN membuat Presiden Jokowi dan Mensos Khofifah Indar Parawansa terkejut. Namun pakar pendidikan Arief Rachman menilai, tingkah polos AN tidak perlu ditanggapi terlalu serius dan cukup ditegur dengan lembut.

"Namanya juga anak-anak, macam-macam. Kalau ada yang siswa yang berkata seperti itu, nasehati saja, 'Jangan ngomong gitu,'" kata Arief ketika dihubungi Okezone, Selasa (5/5/2015).

Arief sendiri melihat belajar sebagai proses yang tanpa henti. Selain di sekolah, masih banyak hal lain yang bisa dipelajari di dunia ini seperti mempelajari kehidupan, bagaimana berkomunikasi, dan sebagainya.

"Bahkan, kita belajar sampai mati," tuturnya.

Di sisi lain, kata Arief, orangtua juga harus diajak berdiskusi tentang kebiasaan belajar anak-anaknya. "Mereka tidak boleh putus asa, tetapi harus optimistis mengenai dunia pendidikan," tambahnya.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement