JAKARTA - Institut Perbanas kembali melangsungkan wisuda, namun kali ini diselenggarakan pada semester gasal 2014-2015. Acara yang bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), kemarin, itu mendatangkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhammad Hanif Dhakiri yang sekaligus berkesempatan menyampaikan sambutan.
Melalui pidato berjudul Peran Lulusan Perguruan Tinggi dalam Menghadapi Perdagangan Bebas, Hanif mengatakan bahwa saat ini yang dibutuhkan tenaga kerja adalah harus memiliki tiga modal penting, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan budaya kerja yang baik.
"Saya sangat berharap lulusan dari Institut Perbanas mampu menguasai pengetahuan dan teknologi di bidangnya, mengaplikasikan kompetensi yang dimilikinya, memiliki hardskills dan softskills yang memadai, dapat bekerja secara mandiri maupun team work, memiliki kemampuan berlogika, dan kemampuan menganalisis dengan baik," ujar Hanif, seperti keterangan tertulis yang diterima Okezone, Jumat (5/12/2014).
Dengan demikian, lanjut Hanif, nantinya para lulusan tidak lagi berkutat dan berpolemik mengenai peluang atau bahaya dari perdagangan bebas bagi Indonesia. Tetapi, menghadapinya dengan optimis.
"Karena kita memiliki lulusan perguruan tinggi yang mampu menghadapi dan bersaing dalam perdagangan bebas dan persaingan global saat ini," ucapnya.
Kemudian, menurut Ketua Badan Pelaksana Harian Yayasan Pendidikan Perbanas (BPH YPP) Eka Noor Asmara yang mewakili sekaligus membacakan sambutan dari Ketua YPP Sukatmo Padmosukarso, Institut Perbanas memainkan peran kunci dan strategis dalam pengembangan inovasi, pengetahuan, serta teknologi dalam sektor bisnis dan industri. Kemudian, juga dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing, memiliki nilai-nilai integritas yang tinggi dan kompeten di bidangnya.
"Inilah yang menjadi komitmen kami untuk selalu dapat meningkatkan kualitas pendidikan, proses pembelajaran, dan mutu lulusan Institute Perbanas," ungkap Eka.
Wisuda kali ini mengusung tema 'Cooperation, Research, and Leadership to Develop Internationalization'. Tema tersebut dipilih karena sangat relevan dengan kondisi yang akan segera dihadapi oleh bangsa Indonesia dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 dan integrasi sektor keuangan perbankan di kawasan ASEAN pada 2020.
Kondisi ini dapat dilihat sebagai tantangan sekaligus peluang bagi perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang memiliki nilai tambah yang termanifestasi dalam pengetahuan, keterampilan, kompetensi dan sikap yang menjadikannya sebagai SDM berkualitas dalam menghadapi persaingan dan perdagangan bebas. (fsl)
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik