Siswa Mogok Belajar karena Wajib Beli Cat & Semen

Son Rahim, Sindo TV · Selasa 02 Desember 2014 18:25 WIB
https: img.okezone.com content 2014 12 02 65 1073699 siswa-mogok-belajar-karena-wajib-beli-cat-semen-b3mZmSPc2Q.jpg Siswa SMAN 1 Baebunta, Luwu Utara diwajibkan membeli cat dan semen untuk praktik membuat batako. (Foto: dok. Okezone)

LUWU UTARA - Gara-gara diwajibkan membeli cat dan semen, pelajar SMAN 1 Baebunta, Kabupaten Luwu Utara mogok belajar. Bahkan, mereka mendatangi DPRD Luwu Utara dan menuntut kepala sekolah mundur dari jabatannya.

Ratusan pelajar tersebut menilai, sang kepala sekolah telah membebani siswa dengan segala bentuk pungutan yang dianggap liar. Mereka mengancam tetap akan melakukan mogok belajar hingga kepala sekolah tersebut lengser. Sayangnya, pada saat aksi berlangsung sang kepala sekolah, Ibrahim Nasir tidak ada di tempat.

Pungutan yang ditolak siswa adalah kewajiban untuk membeli cat, semen dan pasir. Nilai pungutan antara Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per siswa. Biaya tersebut diklaim untuk ujian praktik membuat batako. Menurut siswa, biaya tersebut harusnya ditanggung penuh oleh sekolah. Pihak sekolah berencana menggunakan batako hasil praktik untuk membangun pos satpam di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Utara yang hadir menemui siswa mengatakan, siap mengikuti keinginan siswa dan para guru. Saat ini Dinas Pendidikan tengah menunggu hasil kesepakatan antara siswa dengan kepala bidang pendidikan dasar termasuk guru dan anggota DPRD Luwu Utara. Selain itu, oknum kepala tersebut juga sudah dipanggil terkait aksi protes ini.

Usai demonstrasi di DPRD, para siswa tidak kembali ke sekolah. Mereka langsung pulang ke rumah masing-masing. Sikap ini ditunjukkan sebagai bukti mereka tidak mau belajar selama kepala sekolah tersebut belum dipindahkan.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini