JAKARTA - Puluhan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Jakarta Barat, kekurangan daya listrik. Kondisi ini mengakibatkan para siswa tidak bisa menggunakan fasilitas sekolah.
Hal itu diungkapkan oleh Kasie Sarana dan Prasarana Sudin Pendidikan dan Menengah (Dikmen) Jakarta Barat, Alex Usman, kepada wartawan di kantor Walikota Jakarta Barat, Jumat (21/11/2014).
"Daya listrik sekolah di wilayah Jakarta Barat saat ini hanya 100 ribu hingga 150 ribu watt. Seharusnya daya listrik setiap sekolah mencapai 200 ribu watt," ujar Alex Usman.
Akibat sering turunnya listrik tersebut, para siswa tidak bisa menggunakan sarana dan prasarana yang disediakan oleh Sudin Dikmen. Siswa kesulitan untuk praktik di laboratorium, mengunakan komputer atau proyektor.
"Dan jika dinyalakan secara bersamaan, daya alat-alat itu bisa mencapai sekira 180 ribu watt," lanjutnya.
Untuk itu, pihaknya menambahkan daya listrik di sekolah dengan memasang Uninterruptible Power Supply (UPS) agar alat-alat sarana dan prasarana tidak rusak. Pengadaan UPS ini, kata dia, masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) tahun 2014.
"Total ada 26 kegiatan pengadaan UPS yang diberikan ke setiap SMKN dan SMAN di Jakarta Barat," tuturnya.
Alex menyebut, total anggaran untuk pengadaan UPS di sekolah-sekolah Jakarta Barat itu mencapai Rp151 miliar, dengan rincian tujuh UPS untuk SMKN, dan 18 UPS untuk sekolah SMAN.
"Satu lagi adalah pengadaan Multimedia Education Connect System untuk SMK. Jadi total 26 kegiatan," tuturnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik