Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

13 Joki SNMPTN Mahasiswa ITB

Koran SI , Jurnalis-Selasa, 07 Juli 2009 |09:55 WIB
13 Joki SNMPTN Mahasiswa ITB
A
A
A

MAKASSAR - Tim Komisi Penegakan Norma Kemahasiswaan (KPNK) Institut Teknologi Bandung (ITB) memastikan bahwa 13 mahasiswa yang menjadi joki SNMPTN adalah mahasiswa ITB.

Kepastian identitas mahasiswa ITB tersebut diperoleh setelah tim yang beranggotakan tiga orang tersebut bertemu Kapolwiltabes Makassar Kombes Burhanuddin Andi, Rektor Unhas Prof Idrus Paturusi, dan panitia seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Kedatangan kami ke Makassar hanya ingin memastikan apakah betul ke-13 mahasiswa itu mahasiswa kami atau bukan. Tetapi setelah diberikan data oleh Kapolwiltabes Makassar, itu betul mahasiswa ITB," tandas Ketua Tim KPNK ITB Nanang T Puspito saat ditemui di Mapolwilatbes kemarin.

Menurut dia, identitas ke-13 mahasiswa ITB tersebut antara lain berinisial Ak, Aq, Jul, Lek, Eer, Wil, Ikr. Selain itu, Fr, Mz, Nu, Ru, serta Ek. Mereka dijanjikan bakal diberikan imbalan Rp30 juta per kepala jika bisa meloloskan calon mahasiswa ke Fakultas Kedokteran (FK) Unhas dalam SNMPTN ini.

"Ke-13 mahasiswa itu tercatat sebagai angkatan 2006 dan 2007."

Dia mengakui, kasus praktik perjokian seperti ini bukan kali pertama yang melibatkan mahasiswa ITB. Pada 2006 juga pernah dibongkar petugas kepolisian, namun tidak bisa dibuktikan secara hukum.

Sebanyak 13 mahasiswa ITB dan 12 calon mahasiswa baru diamankan setelah terlibat perjokian SNMPTN sejak Rabu (1/7) lalu.

Setelah dikembangkan, dua mahasiswa Fakultas Kedokteran Unhas yang diduga sebagai perantara turut dibekuk bersama dua panitia SNMPTN yang juga terlibat kasus perjokian. Haryadi dan Sofyan pun ditetapkan sebagai tersangka dan resmi ditahan, sedangkan 30 lainnya sebatas saksi.

(Nurfajri Budi Nugroho)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement