JAKARTA - KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi dipercaya memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmah 2026–2031. Ia terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam rangkaian Muktamar Ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026).
Keputusan tersebut ditetapkan setelah AHWA membahas lima nama calon yang sebelumnya diajukan. Hasil musyawarah kemudian menetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031 secara mufakat.
“Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disapa Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026–2031,” ujar anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, saat membacakan keputusan tersebut melalui siaran kanal YouTube TVNU, Senin (31/8/2026).
Gus Kikin tumbuh dalam lingkungan pesantren di Jombang. Ia lahir dan besar di Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang, lembaga pendidikan Islam yang didirikan oleh ayahnya.
Selain mendapatkan pendidikan di pesantren milik keluarga, Gus Kikin juga pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Seblak, Jombang. Pesantren tersebut didirikan oleh kakeknya.
Pendidikan formal Gus Kikin dimulai di Madrasah Ibtida'iyah Parimono yang ditempuh pada 1963–1970. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan tingkat menengah di SMP Negeri 1 Jombang pada 1971–1973.
Pendidikan berikutnya ditempuh di SMA Negeri 2 Jombang pada 1974–1977. Setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah, Gus Kikin melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta pada 1975–1979.
Tidak berhenti di sana, Gus Kikin kembali menempuh pendidikan tinggi pada 2013. Ia tercatat melanjutkan studi di Universitas Terbuka dengan mengambil jurusan komunikasi.
Latar belakang pendidikan formal dan pesantren tersebut menjadi bagian dari perjalanan Gus Kikin sebelum akhirnya dipercaya menduduki posisi tertinggi dalam kepengurusan PBNU untuk periode 2026–2031.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)