NAMA Universitas Republik Indonesia (URI) menjadi perhatian publik belakangan ini. Hal tersebut terjadi setelah Presiden RI, Prabowo Subianto, melantik pimpinan lembaga untuk Universitas Republik Indonesia.
Presiden Prabowo melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia dan Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur URI di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 80/P Tahun 2026.
Muncullah kemudian pertanyaan apa itu Universitas Republik Indonesia? Apakah ini akan jadi kampus baru di Tanah Air?
Universitas Republik Indonesia merupakan lembaga baru yang dibentuk atas gagasan Presiden Prabowo. URI dibentuk untuk mengintegrasikan pendidikan, pelatihan kepemimpinan, dan pengembangan SDM strategis.
URI dirancang untuk mendukung pembentukan pemimpin yang memiliki kemampuan manajerial, wawasan kebangsaan, serta pemahaman terhadap tata kelola pemerintahan dan pembangunan nasional.
Menurut keterangan Gubernur URI, Donny Ermawan, lembaga ini memiliki fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal ini mulai dari pendidikan hingga pembinaan calon pemimpin di berbagai sektor.
URI disebut akan menjadi wadah untuk mempersiapkan generasi yang mampu mengisi posisi strategis di masa depan.
Berbeda dengan universitas negeri maupun swasta yang menerima mahasiswa secara umum, URI disebut memiliki konsep yang lebih khusus. Lembaga ini diarahkan untuk pendidikan dan pembinaan individu terpilih yang dipersiapkan sebagai calon pemimpin nasional, termasuk dalam bidang pemerintahan dan pengelolaan organisasi strategis.
Salah satu program awal URI adalah pendidikan kepemimpinan bagi peserta tertentu. Sebanyak 399 pegawai baru BUMN disebut mengikuti program pendidikan kepemimpinan angkatan pertama yang diselenggarakan oleh URI.
Pembentukan URI disebut memiliki beberapa tujuan utama. Di antaranya, meningkatkan kualitas SDM Indonesia, membentuk calon pemimpin yang memiliki integritas dan kemampuan kepemimpinan, mengembangkan pendidikan berbasis nilai kebangsaan, dan mempersiapkan sumber daya manusia untuk menghadapi tantangan pembangunan nasional.
(Djanti Virantika)