JAKARTA - Latar belakang pendidikan mentereng Anindya Bakrie, konglomerat yang klub sepak bolanya promosi ke kasta kedua liga Inggris.
Hal ini seiring dengan dirinya menjadi pemegang saham terbesar Oxford United. Dia bersama Erick Thohir masuk ke Oxford United pada 2018 menjadi angin segar bagi klub Inggris ini.
Beberapa penasa mengenai latar belakang pendidikan mentereng Anindya Bakrie, konglomerat yang klub sepak bolanya promosi ke kasta kedua liga Inggris.Pria kelahiran Jakarta, 10 November 1974 ini biasa dipanggil Anin. Ia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Aburizal Bakrie dan Tatty Bakrie.
Sejak kecil, kakak dari Anindhita Bakrie dan Anindira Ardiansyah Bakrie ini sudah dikenalkan nilai-nilai kewirausahan dan kesederhanaan. Ia dibesarkan dalam nilai-nilai bisnis Bakrie Group.
Setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas Pangudi Luhur 1 Jakarta, pada usia 18 tahun, Anin kuliah ke luar negeri dengan mengambil Teknik Industri di Nothwestern University.
Ia lulus pada usia 22 tahun. Tak lama kemudian, ia mengambil studi Global Management Program (GMP) di Stanford Graduate School of Business,California, Amerika Serikat. Gelar master pun ia raihnya pada usia 27 tahun.
Sementara dalam karier bisnisnya, Anin mulai setelah lulus kuliah sebagai analis keuangan di luar negeri, tepatnya, di Solomon Brothers Inc,New York, Amerika Serikat. Nilai-nilai bisnis keluarganya mengalir kepada dirinya. Di perusahaan keluarga Bakrie Group, Anin diminta sebagai Deputi COO dan Direktur Pelaksana PT Bakrie & Brothers Tbk.
Selain itu, Keterlibatan Anindya dan Grup Bakrie dengan entitas di Oxford telah berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama.
Apalagi, memiliki saham di Oxford United, Anindya juga terlibat dalam kolaborasi dengan Oxford University dalam penelitian life science, Larry Ellison Institute, dan Tony Blair Institute. Mereka juga memberikan bantuan kepada mahasiswa Indonesia yang sedang menimba ilmu di Oxford.
Baru-baru ini, klub yang dimiliki oleh Anindya Bakrie dan Erick Thohir melakukan perjalanan ke Wembley untuk bertanding dalam final play-off yang akan menentukan promosi ke Divisi Championship. Pencapaian ini diraih setelah mengalahkan Peterborough dengan agregat 2-1 di babak semifinal.
(Rina Anggraeni)