JAKARTA - Momen Lebaran Idul Fitri seharusnya menjadi waktu yang tepat untuk bersilaturahmi. Apalagi untuk mereka yang sehari-hari hidup di perantauan.
Ada baiknya menjaga sikap saat menggelar pertemuan Lebaran. Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (Unair) Mochtar Luthfi mengungkap ada beberapa kebiasaan buruk yang sebaiknya dihindari saat silaturahmi Lebaran.
Lalu, apa saja yang sebaiknya tidak dilakukan saat momen Lebaran?
1. Abai silaturahmi
Dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia itu menjelaskan, ia sering menemui masyarakat yang mementingkan wisata ketimbang silaturahmi. Padahal, momen Idul Fitri adalah waktu yang pas untuk saling bermaaf-maafan.
"Ada momen Idul Fitri tidak jarang yang utamakan silaturahmi, tetapi yang diutamakan wisata. Jadi mengunjungi tempat wisata nomor satu, silaturahmi yang sekian, bahkan diabaikan," tandasnya.
BACA JUGA:
2. Pamer
Momen Lebaran identik dengan barang baru, baik pakaian hingga kendaraan baru. Tak sedikit pula yang memakai perhiasan dan gawai baru. Kebiasaan itu rentan dilakukan para perantau saat mudik ke kampung halaman.
"Yang pertama adalah pamer. Jadi tanpa sadar ketika orang-orang mudik itu ingin menunjukkan kesuksesan. Jadi pamer kesuksesan, pamer kekayaan, pamer banyak hal," ujarnya dikutip dari laman Unair, Sabtu (22/4/2023).
"Hartanya sendiri dipamerkan aja sudah riya. Dan riya itu amalan atau aktivitas yang dapat menghapuskan amal," jelas Luthfi.
3. Tinggal ibadah
Ia mengatakan kebiasaan lain masyarakat Indonesia ialah meninggalkan ibadah wajib demi memeriahkan hal yang sunah. Salah satunya, kata Lutfhi adalah takbir keliling.
"Kalau aktivitas dalam menyambut lebaran itu tidak jarang meninggalkan sesuatu yang wajib. Jadi misalnya untuk merayakan lebaran, takbir keliling itu sampai tidak salat magrib, tidak salat isya. Yang mestinya salat wajib, malah tidak menjalankan," ucap dosen pengampu mata kuliah Agama Islam itu.
( Muhammad Fadli Rizal)