Pentingnya Peran Orangtua untuk Kesehatan Mental Anak dan Remaja

Natalia Bulan, Jurnalis
Senin 10 Oktober 2022 15:49 WIB
Ilustrasi/Antara
Share :

JAKARTA - Dokter spesialis kedokteran jiwa di Rumah Sakit Jiwa Prof Dr. Soerojo Magelang, Purwaningsih mengatakan orangtua memiliki peranan penting dalam kesehatan mental anak dan remaja.

"Orangtua perlu paham ketika keseharian anak mulai terganggu, mengganggu fungsi perannya, konsentrasi belajarnya terganggu, kesulitan untuk mengendalikan emosi baik di rumah maupun sekolah. Di situ perlu peran orangtua (sebagai orang terdekatnya) untuk hadir," kata dr. Purwaningsih, Sp.KJ., M.Kes, dikutip dari Antara, Senin (10/10/2022).

Ada beberapa gejala atau tanda penyakit mental yag mungkin bisa terjadi pada anak dan remaja.

Pertama adalah perubahan perilaku. Contohnya anak akan menjadi lebih sering bertengkar, cenderung kasar, hingga berkata kasar yang menyakitkan orang lain padahal sebelumnya tidak pernah, kemudian saat anak menjadi lebih mudah marah dan frustrasi.

Lebih lanjut, adanya perubahan suasana hati (mood) yang berubah secara tiba-tiba. Kondisi ini bisa berlangsung sebentar hingga dalam jangka waktu yang tidak menentu.

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, hal ini bisa mengakibatkan masalah pada hubungan dengan keluarga serta teman sebaya. Ini merupakan gejala umum dari depresi, ADHD, hingga kelainan bipolar.

Baik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) maupun Kementerian Kesehatan RI sepakat bahwa promosi kesehatan mental penting untuk mempromosikan kesehatan mental yang positif.

Menurut WHO, cara yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kesejahteraan psikologis, kompetensi, ketahanan manusia, serta menciptakan kondisi dan lingkungan hidup yang mendukung.

Selain itu, promosi kesehatan mental dapat dilakukan dengan mengumpulkan data terkait insidensi gangguan tersebut supaya masyarakat meningkat kesadarannya dan mendapat pengetahuan terkait permasalahan.

Berbicara dari hati ke hati dengan anak remaja tentang kondisi dan kesehatan mentalnya adalah langkah awal yang bisa dilakukan sebagai orang tua.

Berbicara dengan anak tentang bagaimana perasaan mereka menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian dan bahwa orangtua peduli akan kesehatan psikisnya.

Selain itu, anak juga mungkin memerlukan bantuan orangtua untuk mendapatkan dukungan profesional.

"Pengobatan untuk anak dan remaja bertujuan untuk mengembalikan fungsinya untuk berkegiatan seperti sekolah, kuliah. Stigma minum obat yang selama ini negatif, itu salah, karena berobat, merupakan salah satu kebutuhan, dan tentu (pasien) tidak selamanya harus minum obat. Pengobatannya bisa di-nol-kan dan dihentikan, tergantung kebutuhannya," kata dr. Purwaningsih.

(Natalia Bulan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya