JAKARTA - Pangeran Diponegoro masa kecilnya dididik oleh ulama perempuan. Peran ulama perempuan memiliki peranan yang cukup signifikan dan tidak bisa diremehkan peranannya dalam sejarah perkembangan Islam di Nusantara.
Satu di antara ulama perempuan yang cukup menonjol di era tersebut adalah Ratu Ageng yang juga merupakan buyut dari Pangeran Diponegoro.
Dikutip dari NU Online, hal ini dijelaskan oleh Zainul Milal Bizazwie yang beberapa waktu yang lalu membuka diskusi Peran dan Pengaruh Ulama Perempuan Nusantara di Islam Nusantara Center Tangerang Selatan.
“Beliau lah yang mendidik Diponegoro sejak kecil hingga dewasa sehingga kepergiannya sangat membuat Diponegoro (merasa) kehilangan,” jelasnya.
Pria yang akrab dipanggil Gus Milal ini mengungkapkan bahwa Ratu Ageng ahli dalam membaca kitab-kitab klasik seperti Kitab Taqrib dan juga mengajari Pangeran Diponegoro ilmu-ilmu keislaman.
“Ratu Ageng juga menganut tarekat syattariyah,” jelasnya.
Tak hanya itu, Gus Milal juga mengungkapkan bahwa Ratu Ageng adalah salah satu prajurit perempuan yang terlatih.
Ketika Perang Pecinan pecah, dibentuklan tentara pasukan srikandi dan Ratu Ageng termasuk satu di antara yang masuk ke dalam pasukan tentara tersebut.
“Dilatih oleh seorang kapiten dari China,” ucapnya.
Gus Milal menilai Ratu Ageng memiliki kemampuan fisik yang tangguh dan juga wawasan yang luas.
Bahkan Ratu Ageng juga memiliki peran penting dalam mendampingi sang suami untuk mendirikan Kerajaan Ngayogyakarta.
(Natalia Bulan)