Kerap Di-Bully karena Miskin, Anak Tukang Rosok Jadi Juara Dalang Cilik Se-Soloraya

Wahyu Endro, Jurnalis
Kamis 08 Juli 2021 11:06 WIB
Illustrasi dalang wayang (foto: Okezone)
Share :

KARANGANYAR - Keterbatasan ekonomi tak menyurutkan niat seorang bocah di Karanganyar, Jawa Tengah mengejar cita-cita menjadi dalang professional.

Sempat mengalami perundungan karena miskin, anak dari seorang tukang rosok tersebut berhasil membuktikan kemampuannya dalam memainkan wayang, berbekal tekun belajar dari youtube dan dalang setempat, tahun ini, bocah tersebut mampu menyabet juara dalang cilik Se-Soloraya kategori sabet terbaik.

 Baca juga: Dalang Cilik Semarang Tetap Bersemangat Berlatih di Masa Pandemi Covid-19

Rumah tinggal di Dusun Watuburik, Desa Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, ini disulap Gabriel Sananta Putra menjadi panggung untuk mendalang, dilengkapi peralatan seadanya, setiap harinya bocah berusia 13 tahun ini menyempatkan diri berlatih untuk mendalang.

Baca juga:  Intip Aksi Dalang Cilik Memainkan Wayang Golek

Meski tidak ada garis keturunan seniman, anak dari pasangan Joko Sudarmanto dan Suryanti ini menggantungkan cita-cita menjadi seorang dalang professional. Kecintaannya terhadap seni pewayangan bermula saat dirinya menonton aksi dalang Ki Seno Nugroho dari youtube, beberapa tahun lalu.

“Didukung ayah juga, dan berlatih dari sanggar ke sanggar dari dalang ke dalang,” kata Dalang Cilik, Gabriel Sananta Putra.

Hingga akhir 2021 ini, bocah kelas 6 SD ini mampu menunjukkan bakatnya dalam memainkan wayang, dirinya menjadi juara dalam kejuaraan dalang cilik Se-Soloraya yang digelar oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solo, dan dirinya terpilih sebagai dalang sabet terbaik.

Dengan ketekunannya, Gabi mulai berburu wayang kulit. Satu persatu wayang kulit dapat diperolehnya sampai akhirnya cukup digunakan untuk pentas. Sementara itu, keinginan mendalang Gabi bukan tanpa kendala, sang ayah yang berprofesi sebagai tukang rosok mengalami kesulitan untuk menyalurkan minat dan bakat Gabi. Pasalnya, biaya untuk sekolah dalang di sanggar-sanggar cukup mahal.

Bahkan Gabi dipandang sebelah mata dan beberapa kali mengalami perundungan karena keterbatasan ekonomi, yang memaksa berpindah-pindah sanggar. Beruntung, masih ada orang baik yang mau membantu dan berbagi ilmu dengan anaknya, hingga kemampuan mendalang anaknya meningkat.

Gabriel Sananta Putra sendiri tinggal di rumah sangat sederhana, bersama orangtua dan adiknya. Pandemi Covid-19 membuat pekerjaan sang ayah menjadi tukang rosok terkendala, karena banyak kampung yang ditutup atau lockdown.

Untuk mencukupi kebutuhan, ayahnya kini membuka warung nasi bungkus atau angkringan di dekat rumah. Bila ayahnya berkeliling mencari rosok, Gabi dan adiknya lah yang menggantikan berjualan, sedang ibunya mengurus rumah, meskipun menjalani kondisi hidup yang tidak mudah, Gabi optimis dengan ketekunan dan kesabaran mampu meraih cita-cita menjadi dalang professional. (wal)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya