JAKARTA - Tes Kemampuan Dasar Sain dan Teknologi (TKD Saintek) bagian dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 telah selesai. Peserta pun mengaku soal cukup susah untuk dikerjakan.
Seperti peserta yang mengikuti ujian di SMAN 70 Jakarta, salah satu lokasi ujian di SBMPTN di Jakarta.
Benedict Jeremy, peserta SBMPTN yang lulus dari SMAN 80 Jakarta menyatakan, soal-soal Saintek yang dihadapi tak jauh beda dengan simulasi ujian yang diikuti selama ini. Kendati demikian, soal-soal tersebut diakui tetap sulit.
Baca Juga: 74.827 Peserta Ikuti Ujian SBMPTN 2018 di Jakarta
"Pusing, deg-degan. Soalnya sesuai simulasi tapi tetap saja susah," ujarnya sambil berseloroh kepada Okezone di SMAN 70 Jakarta, Selasa (8/5/2018).
Dia sendiri mengincar Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) di Institut Teknologi Bandung (ITB). Selain itu, mengincar juga jurusan Teknik Lingkungan di Universitas Diponegoro (Undip) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
"Memang ambil ke saintek dan udah belajar cukup lama, kayak dari Maret, ikut-ikut simulasi ujian SBMPTN yang diadakan universitas-universitas juga," jelasnya.
Dia pun mengatakan untuk ujian selanjutnya yakni Tes Kemampuan Potensi Akademik (TKPA), optimis bisa menghadapinya karena tak lebih bergulat dengan angka seperti pada Saintek.
"Optimis yang TKPA ini, pasti sih ini akan lebih gampang, jadi optimis bisa kerjakan jauh lebih baik," ungkapnya.
Senada dengan Benedict, peserta dari lulusan SMAN 18 Jakarta bernama Oni, juga mengaku soal saintek cukup sulit. "Wah iya, begitulah, lumayan sulit soalnya," ungkapnya.
Baca Juga: Menristekdikti Tidak Menoleransi Adanya Kecurangan SBMPTN 2018
Oni mengincar jurusan Keperawatan di Teknik Industri di Universitas Pembangunan Nasional 'Veteran' Jakarta (UPN), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan Universitas Negeri Jember (UNEJ).
Untuk ujian TKPA dia pun optimis lebih bisa mengerjakannya karena memang jauh lebih ringan ketimbang Saintek. "Yang TKPA ini pasti bakal jauh lebih gampang sih, optimis terus," ujarnya.
Sekedar diketahui, ujian berlangsung pada pukul 07.30 WIB, namun peserta sudah memasuki ruang ujian sejak pukul 07.00 WIB. Untuk Tes Kemampuan Dasar Sain dan Teknologi (TKD Saintek) berlangsung hingga 09.30 WIB, kemudian dilanjutkan Tes Kemampuan Potensi Akademik 10.00-11.45 WIB. Lalu, berlanjut ke Tes Kemampuan Dasar Sosial Dan Humaniora (TKD Soshum) pada pukul 13.15-14.30.
Maka untuk peserta mengambil ujian campuran dapat memilih sebanyak-banyaknya 3 program studi yang merupakan campuran dari program studi kelompok IPA dan IPS, harus mengikuti seluruh ujian dan memakam waktu dari pagi hingga sore hari.
(kmj)
(Rani Hardjanti)