JAKARTA - Sebanyak 860 ribu peserta mengikuti seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) 2017. Padahal, daya tampung sementara yang tersedia hanya berkisar 135 ribu kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia.
Tentunya ini membuat peserta yang mengikuti ujian berharap-harap cemas untuk bisa mendapatkan jurusan dan PTN pilihan mereka. Kendati demikian, sejumlah peserta mengaku optimis untuk bisa mengikuti ujian ini meski saingannya tak sedikit.
Seperti peserta di yang mengikuti ujian di SMAN 70 Jakarta, salah satu lokasi ujian di SBMPTN di Jakarta. Sekira 700 peserta mengikuti ujian di tempat ini.
Yani Wulan Suci, peserta lulusan dari SMAN 96 Jakarta, mengaku gugup menghadapi ujian ini, kendati demikian dia terus memotivasi diri untuk optimistis.
Baca Juga: Tegangnya Suasana Ujian SBMPTN, Sibuk Cari Ruangan hingga Ditemani Orangtua
Sebab, menurutnya, sudah lebih dari dua bulan dirinya belajar untuk ujian SBMPTN, baik dengan belajar sendiri maupun mengikuti les. Dia sendiri mengincar jurusan Pendidikan Matematika di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta dan Matematika Murni di Universitas Negeri Semarang (Unnes).
"Deg-degan pastinya, apalagi lokasi ujiannya beda dengan teman-teman jadi serasa sendirian dan banyak orang juga di sini. Tapi keluarga kan optimis, saya juga harus optimis," ujarnya kepada Okezone di SMAN 70 Jakarta, Selasa (8/5/2018).
Selain itu, ada pula Zulkarnain yang mengincar jurusan Teknik Elektro dan Pendidikan Teknik Mesin yang keduanya di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), salah satu PTN di Banten.
"Sudah persiapan sejak selesai ujian nasional. Saya ga ikut les tapi benar-benar belajar sendiri. Jadi optimis pasti ikut ujian ini," ujar peserta lulusan dari MAN 18 Jakarta ini.
Baca Juga: Panitia SBMPTN Undana Kupang Pastikan Tak Ada Praktik Joki
Ada juga dua sekawan, Ratna dan Aida yang berasal dari SMAN 62 Jakarta, yang mengaku gugup mengikuti ujian namun tetap optimis.
"Gimana ya, tetap gugup memang. Tapi sugesti diri sendiri supaya jangan gugup, kalau terus merasa gugup bakal gugup terus," ujar Aida.
Aida sendiri mengincar Jurusan Kimia di Institut Pertanian Bogor dan Universitas Negeri Jakarta, serta Teknik Industri di Universitas Pembangunan Nasional 'Veteran' Jakarta (UPN).
(kmj)
Sementara Ratna mengincar Jurusan Kedokteran di Universitas Andalas (Unand), Jurusan Farmasi UIN Jakarta, dan Manajemen IPB.
Keduanya pun mengaku untuk optimis untuk bisa lulus ke jurusan dan universitas yang diinginkan.
"Sebenarnya gugup sih, tapi haru optimis bisa lulus ujian ini. Berharap yang terbaik pokoknya," tambah Ratna.
Ada juga, Andzar Fauzan yang mengaku gugup mengikuti ujian ini. Peserta satu ini pun mengaku sendiri sudah membekali diri dengan belajar setiap hari dan mengikuti les.
"Takut enggak bisa ngerjain soalnya. Sudah belajar juga setiap hari dan sudah les juga di dua tempat buat persiapan ujian SBMPTN," ungkapnya.
Baca Juga: 60 Ribu Lebih Peserta Ikuti SBMPTN di Panlok 50 Surabaya
Sedikit berbeda, Muhammad Abdul Karim dari SMA Muhammadiyah 18 mengaku semangat menghadapi ujian SBMPTN. Dirinya bahkan sudah belajar semaksimal mungkin di setiap hari.
"Deg-degan memang karena semangat mau ikut ujian ini. Sudah belajar setiap hari juga," katanya.
Untuk diketahui, dari total pendaftar SBMPTN 2018 sebesar 860.001 tersebut diketahui bahwa peserta reguler sebanyak 672.816 peserta dan Bidikmisi sebanyak 187.185 peserta.
Adapun, jumlah yang akan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) sebanyak 833.820 peserta dan yang akan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) sebanyak 26.181 peserta yang di dalamnya termasuk 1000 peserta akan menggunakan Android.
Ada dua hal yang harus diperhatikan peserta sebelum meninggalkan ruang ujian, yakni peserta harus memeriksa nama dan nomor peserta dan tanggal lahir pada lembar jawaban ujian (LJU), sudah diisi dan dihitami dengan benar serta sudah ditandatangani.
Kemudian, peserta tidak diperbolehkan meneruskan pekerjaan serta tetap duduk di tempat pada saat bel tanda waktu ujian berakhir berbunyi.
(kmj)
(Rani Hardjanti)